Balita 2 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Tenggelam di Kubangan Limbah Rumah Tangga, Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak

Kriminal & Hukum 01 Jul 2026 15:51 3 min read 13 views By Andy Dayak

Share berita ini

Balita 2 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Tenggelam di Kubangan Limbah Rumah Tangga, Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak
Korban sempat hilang selama sekitar enam jam sebelum ditemukan warga di kubangan pembuangan air limbah rumah tangga di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan peristiwa diduga merupakan musibah akibat tenggelam.

KAJEN | rakyatcerdas.my.id – Suasana duka menyelimuti Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, setelah seorang balita berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di sebuah kubangan yang menjadi tempat pembuangan air limbah rumah tangga, Selasa (30/6/2026) petang.

 

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Sesaat setelah laporan diterima dari masyarakat, jajaran Polsek Wiradesa bersama Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

 

Korban diketahui berinisial RAS (2), warga Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, balita tersebut sebelumnya sempat terlihat keluar rumah seorang diri sekitar pukul 11.30 WIB untuk bermain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

 

Namun hingga sekitar pukul 13.30 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga merasa khawatir dan segera melakukan pencarian dengan melibatkan warga sekitar. Berbagai sudut desa disisir, namun keberadaan korban belum juga ditemukan.

 

Upaya pencarian baru membuahkan hasil pada sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang warga yang baru pulang mengaji melihat sesuatu yang mencurigakan berupa pakaian mengapung di sebuah kubangan yang berada di belakang rumah warga. Karena penasaran, saksi berusaha menarik pakaian tersebut menggunakan sebatang kayu.

 

Betapa terkejutnya saksi ketika melihat kaki seorang anak kecil muncul dari dalam air. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan ke lokasi bersama keluarga korban. Korban selanjutnya dievakuasi dari kubangan tersebut, namun nahas, saat ditemukan kondisinya sudah tidak bernyawa.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Ysuf, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

 

"Dari hasil olah TKP diketahui lokasi kejadian merupakan kubangan yang menjadi tempat pembuangan air limbah rumah tangga dengan ukuran sekitar 1 x 2 meter dan kedalaman kurang lebih 1 meter. Berdasarkan pemeriksaan awal serta keterangan pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini diduga merupakan musibah akibat tenggelam," jelasnya.

 

Petugas juga memperoleh informasi bahwa saat tiba di lokasi, jenazah korban telah lebih dahulu dimandikan oleh pihak keluarga. Ayah korban menyampaikan kepada petugas bahwa selama proses memandikan jenazah tidak ditemukan luka maupun bekas kekerasan pada tubuh anaknya.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum akhirnya ditemukan warga. Berdasarkan temuan tersebut, kepolisian menyimpulkan sementara bahwa tidak terdapat indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan kejadian diduga murni merupakan kecelakaan.

 

Kapolsek Wiradesa turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak, terutama balita yang masih memerlukan pengawasan penuh dari orang tua maupun anggota keluarga lainnya.

 

Menurutnya, lingkungan sekitar rumah yang tampak aman sekalipun dapat menyimpan potensi bahaya, seperti kubangan, saluran air, kolam, maupun genangan dengan kedalaman tertentu yang berisiko bagi anak-anak.

 

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi aktivitas anak-anak, jangan sampai bermain sendiri di lokasi yang berisiko. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih peduli terhadap keselamatan anak sehingga kejadian serupa tidak terulang," pungkas Iptu Maman.

 

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap balita, terutama saat bermain di luar rumah. Kewaspadaan orang tua dan lingkungan sekitar diharapkan mampu mencegah terulangnya musibah serupa, sehingga keselamatan anak-anak dapat lebih terjamin.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp