Puncak Kemarau, Warga Brondong Kesesi Krisis Air Bersih, Polres Pekalongan Turun Tangan

Terkini 13 Aug 2026 08:51 4 min read 4 views By Andy Dayak

Share berita ini

Puncak Kemarau, Warga Brondong Kesesi Krisis Air Bersih, Polres Pekalongan Turun Tangan
Polres Pekalongan bersama BPBD Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan air bersih ke dua titik permukiman warga yang terdampak kekeringan. Warga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan memasak dan konsumsi.

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Memasuki puncak musim kemarau, persoalan ketersediaan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan. Kondisi tersebut dirasakan warga Dukuh Brondong, Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Melihat kondisi tersebut, Polres Pekalongan bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak, Rabu (12/8/2026). Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons kemanusiaan Polri terhadap warga yang mulai merasakan dampak kekeringan.

 

Dalam kegiatan itu, Polres Pekalongan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan. Distribusi air bersih dilakukan di dua titik pemukiman warga, masing-masing RT 04 RW 01 dan RT 04 RW 02 Dukuh Brondong.

 

Armada tangki air yang tiba di lokasi langsung menjadi perhatian warga. Sejak pagi, masyarakat telah bersiap dengan membawa berbagai wadah penampung, mulai dari tandon, galon hingga ember. Dengan tertib, warga mengantre untuk memperoleh bagian air bersih yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi sumber air yang semakin menipis.

 

Air bantuan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan primer warga. Selain digunakan untuk memasak, pasokan air juga diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi sehari-hari, terutama air minum.

 

Bagi sebagian warga, kedatangan bantuan air bersih bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, air menjadi kebutuhan mendasar yang keberadaannya tidak dapat ditunda.

 

Kegiatan bakti sosial tersebut dipimpin langsung Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. Kapolres hadir bersama Wakapolres Kompol M. Farid Amirullah, S.H., M.H., jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolsek Kesesi AKP Dulsalim, S.H., serta sejumlah unsur terkait.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Brondong, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip).

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, penyaluran bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat menurunnya ketersediaan air selama musim kemarau.

 

“Hari ini kami dari Polres Pekalongan hadir di Desa Brondong untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada saudara-saudara kita yang terdampak musim kemarau. Kami melihat air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga, terutama untuk konsumsi dan memasak. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga,” ujar AKBP Rachmad di sela-sela kegiatan, Rabu.

 

Menurutnya, persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut keterbatasan air untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat apabila berlangsung dalam waktu panjang.

 

Karena itu, Polres Pekalongan tidak ingin penanganan dilakukan hanya ketika kondisi sudah semakin parah. Pemantauan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan air akan terus dilakukan melalui jajaran kepolisian di tingkat kecamatan.

 

AKBP Rachmad menegaskan, Polsek jajaran akan ikut memantau perkembangan ketersediaan air di wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD juga akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

 

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD agar pengisian tandon-tandon air di wilayah rawan tidak terlambat. Selama kondisi krisis air masih berlangsung, kegiatan sosial seperti ini akan terus kita upayakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih masyarakat bersifat terus-menerus. Bantuan satu kali tentu hanya mampu menjadi solusi sementara sehingga diperlukan pemantauan serta distribusi secara berkala apabila kondisi kemarau belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

 

Sementara itu, Kepala Desa Brondong, Sunoto, bersama warga penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Polres Pekalongan dan BPBD Kabupaten Pekalongan.

 

Bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi masyarakat karena diberikan ketika persediaan air warga mulai menipis. Kehadiran armada tangki air sekaligus memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang harus berhadapan dengan persoalan air bersih di tengah puncak musim kemarau.

 

Bagi warga Dukuh Brondong, air yang mengalir ke tandon, galon dan ember mereka hari itu menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya kepedulian dan kehadiran pemerintah serta aparat di tengah kesulitan masyarakat.

 

Di tengah ancaman kekeringan yang berpotensi meluas, sinergi antara kepolisian, BPBD, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

 

Musim kemarau boleh membuat sumber air menyusut, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut mengering. Distribusi bantuan air bersih di Dukuh Brondong menjadi salah satu bentuk nyata bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat harus mendapat perhatian bersama, terutama bagi warga yang berada di kawasan rawan kekeringan.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp