Mahasiswa KKN ITS NU Pekalongan Ditemukan Meninggal di Posko, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Kriminal & Hukum 11 Aug 2026 22:22 3 min read 4 views By Andy Dayak

Share berita ini

Mahasiswa KKN ITS NU Pekalongan Ditemukan Meninggal di Posko, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Sempat Begadang dan Ngopi Bersama Rekan, Korban Masuk Kamar Sekitar Pukul 02.00 WIB. Pagi Harinya Ditemukan Tak Merespons Saat Dibangunkan

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id — Suasana Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS NU Pekalongan di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah menjadi duka. Seorang mahasiswa berinisial MMA (21) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar posko, Senin (10/8/2026) pagi.

 

Korban pertama kali diketahui tidak merespons ketika hendak dibangunkan oleh rekan-rekannya sekitar pukul 09.00 WIB. Karena tidak menunjukkan respons, salah seorang saksi kemudian berusaha memeriksa kondisi korban hingga akhirnya diketahui tidak ditemukan denyut nadi.

 

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan Pemerintah Desa Sawangan. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kapolsek Doro Iptu Faridin, S.H., M.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal, korban masih sempat beraktivitas bersama sejumlah rekannya di sekitar posko.

 

"Korban sebelumnya bersama sejumlah rekannya sempat begadang dan minum kopi di teras samping posko," kata Faridin, Senin (10/8/2026).

 

Faridin menjelaskan, setelah menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya, korban kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat itu, beberapa mahasiswa lainnya sudah lebih dahulu tidur.

 

Tidak ada informasi mengenai adanya kejadian mencurigakan yang dialami korban sebelum masuk ke kamar. Aktivitas di posko kemudian berlangsung seperti biasa hingga pagi hari.

 

Sekitar pukul 09.00 WIB, salah seorang rekan korban bersama dua mahasiswa lainnya bermaksud membangunkan MMA. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons dari korban.

 

Merasa curiga dengan kondisi korban, salah seorang saksi kemudian melakukan pemeriksaan sederhana dengan mengecek denyut nadi. Dari pemeriksaan tersebut diketahui tidak terdapat tanda-tanda denyut nadi.

 

Para penghuni posko selanjutnya meminta bantuan lingkungan setempat. Kejadian tersebut dilaporkan kepada Ketua RT dan Pemerintah Desa Sawangan, sebelum akhirnya diteruskan kepada jajaran Polsek Doro.

 

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi. Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

"Petugas melakukan pengecekan dan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis dan tenaga medis dari Puskesmas Doro 2," ujar Faridin.

 

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban dan lingkungan sekitar lokasi. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dan perawat Puskesmas Doro 2, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Dari pemeriksaan tersebut juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

 

Polisi juga menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

 

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan langkah pemeriksaan sesuai prosedur untuk memastikan kondisi dan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan di lokasi.

 

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dibawa dari posko KKN untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

 

Faridin menambahkan, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan terkait keputusan tersebut.

 

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka," kata Faridin.

 

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan korban yang tengah menjalani kegiatan KKN di Desa Sawangan. Kegiatan yang semula menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa berubah menjadi suasana berkabung setelah salah seorang anggota kelompok mereka ditemukan meninggal dunia di posko.

 

Pihak kepolisian mengimbau agar setiap kejadian yang menyangkut kondisi kesehatan maupun keselamatan penghuni posko segera dilaporkan kepada pihak terkait, sehingga dapat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp