Pemuda Asal Karangdadap Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial DF (20) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (5/7/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di depan kamar mandi rumah dengan luka robek pada bagian leher serta genangan darah di sekitar tubuhnya.
Peristiwa tragis tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Satreskrim Polres Pekalongan bersama jajaran Polsek Karangdadap langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kematian korban berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan. Namun demikian, penyidik masih menunggu hasil visum serta pendalaman terhadap seluruh alat bukti dan keterangan para saksi sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, malam sebelum kejadian, tepatnya Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, kakak korban berinisial SA (29) keluar rumah untuk membeli makanan. Sebelum meninggalkan rumah, ia melihat adiknya masih duduk santai di teras bersama dua hingga tiga orang temannya.
Setelah kembali, SA memilih masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Ia mengaku menghabiskan waktu dengan bermain gim dan menyaksikan pertandingan sepak bola hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Sementara itu, sekitar pukul 22.00 WIB, seorang saksi lain masih sempat melihat korban berada di dalam kamar, sedangkan teman-temannya diketahui masih berada di halaman rumah.
Suasana duka baru benar-benar terasa pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. SA dibangunkan oleh adiknya yang meminta dirinya melihat kondisi korban di bagian belakang rumah. Ketika menuju lokasi, ia mendapati DF sudah tergeletak di depan kamar mandi dengan luka serius di bagian leher dan diduga telah meninggal dunia.
Dalam kepanikan, SA menutupi tubuh korban menggunakan selembar kain sebelum menghubungi ayahnya yang saat itu sedang berada di luar rumah. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Karangdadap.
Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menemukan luka robek akibat sayatan pada bagian leher korban. Di sekitar tubuh korban, petugas juga menemukan sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selain pisau, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa telepon genggam milik korban, terminal listrik, charger, bungkus rokok, botol minuman, gelas plastik, serta beberapa sampel bercak darah yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan seorang warga yang meninggal dunia.
"Pada hari Minggu sekitar pukul 09.30 WIB kami mendapatkan laporan dari warga terkait penemuan seseorang yang meninggal dunia. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Korban berinisial DF merupakan warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, dan saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum," ujar Kapolres.
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka robek akibat sayatan pada bagian leher korban dengan panjang sekitar tiga hingga lima sentimeter. Meski demikian, penyebab kematian secara medis masih menunggu hasil pemeriksaan visum dari tim forensik.
"Dari hasil olah TKP, korban mengalami luka robek dan sayatan pada leher dengan panjang sekitar 3 hingga 5 sentimeter. Namun demikian, kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya," jelasnya.
Lebih lanjut, AKBP Rachmad mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, terutama anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian. Polisi juga masih mendalami keberadaan dua orang yang diketahui bersama korban pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
"Saat ini kami masih berada pada tahap penyelidikan. Seluruh keterangan saksi, termasuk dari pihak keluarga dan orang-orang yang terakhir bersama korban, masih kami dalami. Dugaan sementara mengarah pada tindak pembunuhan, namun kami belum dapat menyimpulkan sebelum seluruh proses penyelidikan dan hasil visum selesai," tegasnya.
Selain memeriksa saksi, penyidik juga kembali melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan kronologi kejadian, mencocokkan barang bukti yang ditemukan di lokasi, serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polres Pekalongan masih terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta mendalami hasil pemeriksaan forensik guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian DF, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada penyidik demi mempercepat proses pengungkapan kasus.
Related Articles