Diduga Acungkan Pisau Saat Keributan di Barat Pendopo Bupati Pekalongan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kriminal & Hukum 03 Jul 2026 07:47 3 min read 15 views By Andy Dayak

Share berita ini

Diduga Acungkan Pisau Saat Keributan di Barat Pendopo Bupati Pekalongan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Keributan antar pemuda pada Jumat dini hari sempat memicu kepanikan warga setelah salah seorang peserta cekcok diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pengancaman. Polisi kini memeriksa saksi-saksi serta mendalami identitas seluruh pihak yang terlibat.

KAJEN | rakyatcerdas.my.id – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan tengah menyelidiki peristiwa keributan yang melibatkan sejumlah pemuda di kawasan sebelah barat Pendopo Bupati Pekalongan pada Jumat (3/7/2026) dini hari. Insiden tersebut sempat mengundang perhatian warga lantaran situasi memanas setelah salah seorang pemuda diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pengancaman terhadap pemuda lainnya.

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika tiga remaja sedang berkumpul dan berbincang di kawasan tersebut. Suasana yang semula berlangsung biasa mendadak berubah ketika seorang pemuda yang mengenakan kaos hitam menghampiri mereka sambil mempertanyakan siapa yang sebelumnya berbicara dengan suara keras.

 

Percakapan yang awalnya hanya berupa teguran kemudian berkembang menjadi adu argumen. Tidak berselang lama, seorang pemuda berinisial R datang menghampiri dan ikut terlibat dalam perdebatan dengan pemuda berkaos hitam tersebut. Ketegangan di antara keduanya semakin meningkat hingga akhirnya R memilih meninggalkan lokasi setelah melihat lawan bicaranya diduga membawa rantai.

 

Meski demikian, situasi sempat mereda ketika pemuda berkaos hitam menghampiri kelompok tersebut dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, kondisi kembali memanas beberapa saat kemudian ketika rombongan R datang kembali ke lokasi.

 

Dalam keributan lanjutan itulah, pemuda berkaos hitam diduga mengeluarkan sebilah pisau dari saku celananya. Menurut kesaksian di lokasi, pisau tersebut sempat digesekkan ke permukaan paving sebelum diarahkan ke salah seorang pemuda sebagai bentuk ancaman.

 

Aksi yang dinilai membahayakan tersebut sempat dicegah oleh seorang perempuan yang berada dalam rombongan pemuda berkaos hitam. Kendati demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Situasi kembali memanas saat kakak dari salah seorang pemuda yang diduga menjadi sasaran pengancaman datang ke lokasi untuk meminta penjelasan terkait insiden tersebut.

 

Tidak lama kemudian, sebuah mobil patroli Polres Pekalongan tiba di lokasi. Kehadiran petugas membuat kelompok-kelompok pemuda yang terlibat segera membubarkan diri dan berpindah ke lokasi lain. Sementara itu, sejumlah saksi bergeser ke depan Pendopo Bupati Pekalongan dan mendapati kelompok pemuda berkaos hitam telah dikerumuni warga yang berusaha mengetahui kronologi kejadian.

 

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., membenarkan adanya laporan mengenai keributan tersebut. Ia menjelaskan bahwa personel kepolisian yang sedang melaksanakan patroli langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima informasi adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

"Begitu menerima informasi adanya keributan antar pemuda, personel patroli langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan mencegah situasi berkembang lebih jauh. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari para saksi serta mengumpulkan informasi terkait pihak-pihak yang terlibat," ujar Ipda Warsito.

 

Menurutnya, proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian sekaligus memastikan peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut. Polisi juga akan mendalami dugaan adanya penggunaan senjata tajam yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

 

Ipda Warsito turut mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan setiap permasalahan melalui cara-cara yang damai serta menghindari tindakan yang dapat memicu tindak pidana.

 

"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak membawa ataupun menggunakan benda berbahaya saat berkumpul. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat segera ditangani," tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum proses penyelidikan selesai.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp