Diduga Tak Terima Bonus Kerja, Pria di Batang Nekat Serang Juru Mudi dengan Senjata Tajam di Wonokerto

Kriminal & Hukum 26 Jun 2026 06:35 3 min read 14 views By Andy Dayak

Share berita ini

Diduga Tak Terima Bonus Kerja, Pria di Batang Nekat Serang Juru Mudi dengan Senjata Tajam di Wonokerto
Respons cepat laporan masyarakat melalui Call Center Polri 110 berhasil menggagalkan aksi penganiayaan. Terduga pelaku diamankan polisi, sementara penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif dan proses hukumnya.

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Respons cepat jajaran Kepolisian berhasil mencegah situasi berkembang lebih buruk setelah seorang pria berinisial AS (41), warga Kabupaten Batang, diduga melakukan aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap seorang juru mudi di Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Rabu (24/6/2026) malam.

 

Peristiwa tersebut bermula ketika masyarakat melaporkan adanya seorang pria yang diamankan warga usai diduga melakukan penganiayaan dengan membawa senjata tajam. Laporan tersebut diterima melalui layanan darurat Call Center Polri 110 dan langsung ditindaklanjuti oleh personel Polsek Wiradesa.

 

Kapolsek Wiradesa bersama anggota patroli segera menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Setibanya di lokasi, petugas mendapati terduga pelaku telah diamankan warga. Polisi kemudian mengevakuasi pelaku guna menghindari potensi tindakan main hakim sendiri maupun gangguan keamanan yang lebih luas.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga dipicu persoalan bonus upah kerja. Terduga pelaku mendatangi rumah korban yang juga berinisial AS (43), seorang juru mudi yang tinggal di Desa Wonokerto Kulon, untuk mempertanyakan alasan dirinya tidak menerima bonus sebagaimana pekerja lainnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, korban menjelaskan bahwa bonus diberikan kepada pekerja yang dinilai rajin, aktif, serta memenuhi penilaian tertentu dalam pekerjaannya. Namun, jawaban tersebut diduga justru memicu emosi pelaku.

 

Diduga tidak dapat mengendalikan emosinya, pelaku kemudian mengeluarkan sebilah belati atau sangkur yang sebelumnya disembunyikan di balik pakaiannya. Senjata tajam itu selanjutnya diayunkan ke arah kepala sebelah kiri korban.

 

Korban yang menyadari adanya serangan spontan berusaha menangkis ayunan senjata sekaligus mendorong pelaku agar tidak kembali menyerang. Aksi tersebut kemudian diketahui oleh dua warga yang berada di sekitar lokasi. Keduanya segera membantu mengamankan pelaku hingga warga lain berdatangan dan situasi berhasil dikendalikan sebelum menimbulkan korban yang lebih besar.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito, S.H mengatakan, laporan yang masuk melalui layanan Call Center Polri 110 langsung direspons oleh personel di lapangan.

 

"Polsek Wiradesa menerima laporan dari Call Center Polri 110 terkait adanya dugaan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Anggota bersama patroli segera menuju lokasi dan mengamankan terduga pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ipda Warsito.

 

Ia menjelaskan, kecepatan personel dalam merespons setiap laporan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

"Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti serta meminta keterangan dari korban dan para saksi guna proses penyelidikan," jelasnya.

 

Saat ini, perkara tersebut masih ditangani oleh Polsek Wiradesa. Penyidik terus mendalami motif yang melatarbelakangi dugaan tindak pidana tersebut sekaligus melengkapi alat bukti dan keterangan saksi sebagai bagian dari proses hukum yang berlaku.

 

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur komunikasi dan mekanisme hukum yang tersedia, serta menghindari tindakan emosional yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Keberadaan layanan darurat Call Center Polri 110 diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan berbagai peristiwa yang membutuhkan penanganan cepat dari aparat kepolisian.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp