Tiang Kabel WiFi Ambruk ke Rel, Perjalanan KA di Sragi Pekalongan Sempat Terganggu

Terkini 08 Aug 2026 06:16 4 min read 11 views By Andy Dayak

Share berita ini

Tiang Kabel WiFi Ambruk ke Rel, Perjalanan KA di Sragi Pekalongan Sempat Terganggu
Diduga Lalai Saat Perbaikan Jaringan, Tiang Besi Roboh dan Melintang di Jalur Kereta hingga Bikin Lalu Lintas Ikut Macet

PEKALONGAN | RAKYATCERDAS.MY.ID – Perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sempat terganggu, Jumat (7/8/2026) siang. Gangguan tersebut terjadi setelah sebuah tiang besi jaringan kabel WiFi roboh dan masuk ke jalur rel kereta api.

 

Peristiwa yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api itu terjadi sekitar pukul 12.10 WIB di perlintasan kereta api sebidang Sragi. Tiang besi berikut bentangan kabel yang sebelumnya digunakan untuk jaringan komunikasi tiba-tiba roboh hingga masuk ke area jalur rel.

 

Situasi tersebut sontak menjadi perhatian karena keberadaan tiang dan kabel di jalur kereta api dapat membahayakan perjalanan kereta apabila tidak segera dievakuasi. Petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Sragi AKP Turkhan, S.H mengatakan, kejadian bermula ketika sejumlah teknisi jaringan WiFi tengah melakukan pekerjaan perbaikan jaringan di sekitar lokasi perlintasan.

 

Saat proses pengerjaan berlangsung, bentangan kabel yang berada di sisi utara diturunkan. Namun, pekerjaan tersebut justru membuat tarikan pada tiang jaringan ke arah selatan.

 

"Tiang tersebut kemudian roboh dan masuk ke jalur rel kereta api. Kami langsung berkoordinasi dengan petugas keselamatan kereta api untuk memastikan jalur segera dapat diamankan," kata AKP Turkhan.

 

Begitu mengetahui adanya tiang besi dan kabel yang melintang di jalur rel, petugas bersama pihak terkait segera melakukan tindakan evakuasi. Kabel yang berada di sekitar jalur rel dibersihkan, sementara tiang besi yang roboh diangkat dan dipindahkan dari area perlintasan.

 

Petugas juga melakukan pengecekan di lokasi guna memastikan tidak ada bagian tiang maupun kabel yang masih berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.

 

Kereta Sempat Terhambat 30 Menit

Akibat kejadian tersebut, perjalanan kereta api yang melintas dari arah timur menuju barat sempat mengalami hambatan. Laju perjalanan kereta api dilaporkan terganggu kurang lebih selama 30 menit hingga jalur dinyatakan kembali aman.

 

Tidak hanya perjalanan kereta api, kondisi tersebut juga berdampak terhadap arus kendaraan bermotor yang menggunakan perlintasan sebidang Sragi. Antrean kendaraan sempat terjadi akibat pengamanan lokasi dan terganggunya aktivitas perjalanan kereta.

 

Setelah proses evakuasi selesai dan jalur rel dipastikan bersih, perjalanan kereta api kembali dapat dilakukan secara normal. Arus kendaraan di sekitar perlintasan juga secara bertahap kembali lancar.

 

"Setelah tiang dan kabel berhasil dievakuasi, jalur rel kembali aman dan perjalanan kereta dapat kembali normal. Arus kendaraan di jalan raya juga berangsur lancar," ujar Turkhan.

 

Diduga Akibat Kelalaian Pekerjaan

 

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga robohnya tiang jaringan tersebut berkaitan dengan kelalaian dalam proses pengerjaan perbaikan jaringan kabel WiFi.

 

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pengecekan terhadap kondisi tiang, bentangan kabel serta proses pekerjaan yang dilakukan teknisi saat kejadian. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan faktor penyebab robohnya tiang sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

 

Beruntung, dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, kejadian itu menjadi peringatan serius bahwa pekerjaan infrastruktur jaringan yang berada di sekitar jalur kereta api memiliki risiko keselamatan yang tidak boleh diabaikan.

 

Jalur rel merupakan kawasan vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, setiap aktivitas pekerjaan yang berdekatan dengan jalur tersebut semestinya memperhitungkan posisi tiang, bentangan kabel, kekuatan konstruksi, hingga kemungkinan terjadinya tarikan atau perubahan beban selama pekerjaan berlangsung.

 

Kapolsek Sragi mengingatkan seluruh pekerja jaringan maupun pihak lain yang melakukan aktivitas di sekitar jalur rel agar mengutamakan aspek keselamatan.

 

"Keselamatan harus menjadi prioritas. Setiap pekerjaan yang berada di sekitar jalur rel harus dilakukan dengan memperhatikan keamanan, sehingga tidak membahayakan perjalanan kereta maupun masyarakat pengguna jalan," pungkas Turkhan.

 

Peristiwa di perlintasan Sragi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan teknis yang terlihat sederhana tetap membutuhkan perencanaan dan pengamanan yang memadai, terlebih jika lokasinya berada di sekitar jalur transportasi publik yang memiliki tingkat risiko tinggi.

 

(Redaksi Rakyat Cerdas)

rakyatcerdas.my.id

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp