Seleksi Taruna Akpol 2026 di Jateng Berlanjut, Polda Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan dan Pungutan Biaya

Terkini 10 Jun 2026 17:35 4 min read 4 views By Andy Dayak

Share berita ini

Seleksi Taruna Akpol 2026 di Jateng Berlanjut, Polda Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan dan Pungutan Biaya
Penerapan prinsip BETAH menjadi landasan rekrutmen calon perwira Polri yang profesional, transparan, dan berintegritas menuju seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian Semarang.

SEMARANG | rakyatcerdas.my.id – Proses seleksi penerimaan Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di wilayah Jawa Tengah terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Setelah melewati Sidang Kelulusan Menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II), para peserta yang dinyatakan lolos kini bersiap menghadapi rangkaian seleksi lanjutan di tingkat Panitia Daerah (Panda) sebelum melangkah ke tahapan yang lebih kompetitif di tingkat Panitia Pusat (Panpus).

 

Tahapan seleksi yang berlangsung secara berjenjang tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam menjaring calon-calon perwira terbaik yang memiliki kualitas akademik, fisik, mental, serta integritas yang mumpuni untuk mengemban tugas kepolisian di masa mendatang.

 

Peserta yang berhasil memenuhi persyaratan pada tingkat daerah nantinya akan mengikuti seleksi lanjutan di Akademi Kepolisian Semarang sebagai bagian dari proses seleksi tingkat Panitia Pusat. Pada tahap tersebut, para peserta akan menjalani berbagai pengujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan secara komprehensif, mulai dari uji akademik, wawancara psikologi, Uji Kemampuan Jasmani (UKJ), hingga pemeriksaan penelusuran mental dan kepribadian.

 

Rangkaian seleksi tingkat pusat tersebut dijadwalkan berlangsung sepanjang Juli 2026 dan akan berakhir pada Sidang Akhir Tingkat Panpus yang menjadi penentu kelulusan akhir para peserta.

 

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilaksanakan secara profesional, objektif, dan terbuka. Menurutnya, Polri berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta tanpa membedakan latar belakang maupun faktor lainnya.

 

“Rekrutmen Akpol hanya dilaksanakan melalui satu jalur, yakni jalur reguler nasional. Tidak ada kuota khusus, jalur titipan, perlakuan istimewa, maupun bentuk intervensi lainnya. Semua peserta memiliki peluang yang sama dan dinilai berdasarkan kemampuan serta hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan seleksi,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).

 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa sistem rekrutmen anggota Polri saat ini mengedepankan prinsip meritokrasi, di mana keberhasilan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kompetensi dan performa yang ditunjukkan selama mengikuti tahapan seleksi.

 

Lebih lanjut, Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem rekrutmen Polri yang modern, profesional, dan berintegritas.

 

Menurutnya, penerapan prinsip BETAH tidak hanya menjadi slogan semata, melainkan diwujudkan melalui mekanisme seleksi yang dapat dipertanggungjawabkan serta diawasi secara ketat guna memastikan setiap peserta memperoleh perlakuan yang adil.

 

“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara bersih dan transparan. Setiap peserta dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi yang dimiliki, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas calon anggota Polri yang akan direkrut,” jelasnya.

 

Selain menegaskan komitmen terhadap transparansi, Polda Jawa Tengah juga mengingatkan para peserta beserta orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi Polri ataupun oknum tertentu yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah imbalan.

 

Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi penerimaan Taruna Akpol tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan bantuan kelulusan dengan janji tertentu.

 

“Pendaftaran dan seluruh proses seleksi Akpol tidak dipungut biaya. Kami mengimbau peserta dan keluarga untuk tidak mempercayai siapa pun yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan tertentu. Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, dan hasil yang dicapai peserta dalam setiap tahapan seleksi,” tegasnya.

 

Melalui sistem seleksi yang ketat, objektif, dan berintegritas tersebut, Polri berharap dapat melahirkan calon-calon perwira yang unggul secara intelektual, tangguh secara fisik, matang secara mental, serta memiliki karakter dan integritas tinggi.

 

Para calon perwira yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi pemimpin Polri masa depan yang profesional, responsif terhadap perkembangan zaman, serta siap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks.

 

Dengan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, proses rekrutmen Akpol 2026 di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia Polri yang berkualitas, tetapi juga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dalam menjalankan fungsi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan integritas.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp