Jumat Kliwon Penuh Makna, Kuntoro Bagikan Tempe ke Warga Pendowo sebagai Simbol Kepedulian dan Komitmen Mengabdi
PEMALANG | RAKYATCERDAS.MY.ID – Suasana Jumat (17/7/2026) pagi yang bertepatan dengan Jumat Kliwon di Desa Pendowo, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi hari, sejumlah warga menerima kunjungan utusan dari calon Kepala Desa Pendowo, Kuntoro, yang datang membawa bingkisan sederhana berupa tiga lembar tempe mentah sebagai bentuk kepedulian dan silaturahmi kepada masyarakat.
Di depan rumah salah seorang warga, utusan tersebut menyapa dengan penuh keramahan.
"Assalamualaikum, ada paketan," ucapnya sembari menyerahkan bingkisan.
Ketika pemilik rumah menanyakan asal bingkisan tersebut, utusan itu menjawab singkat namun penuh makna.
"Ini dari calon kepala desa, Pak Kuntoro."
Meskipun hanya berupa bingkisan sederhana, perhatian tersebut disambut hangat oleh warga. Mereka menilai bahwa nilai sebuah pemberian tidak semata-mata diukur dari besarnya materi, melainkan dari keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Tradisi berbagi yang dilakukan pada hari yang dianggap istimewa dalam penanggalan Jawa itu pun menjadi pembicaraan positif di tengah masyarakat.
Kuntoro mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk berbagi, tetapi menjadi simbol niat tulus untuk mendekatkan diri kepada masyarakat serta mempererat hubungan kekeluargaan dengan seluruh warga Desa Pendowo.
"Saya berniat mengabdikan diri untuk masyarakat Desa Pendowo. Jika saya diberikan amanah untuk memimpin, transparansi dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat menjadi prioritas utama konsep kami," ujar Kuntoro.
Menurutnya, membangun sebuah desa tidak cukup hanya dengan program pembangunan fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun rasa saling percaya, memperkuat komunikasi, serta menghadirkan pemerintahan yang terbuka dan mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus berlandaskan semangat gotong royong, musyawarah, dan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan tertentu. Dengan demikian, pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh warga.
Respons positif pun datang dari masyarakat. Selain mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan, beberapa warga juga menyampaikan pesan moral yang sering disampaikan ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
> "Sedekah iku, wong salah bae nglakoni tetep bener. Lha kikir kuwi, wong bener sing nglakoni tetep salah."
Ungkapan tersebut mengandung makna bahwa sedekah merupakan perbuatan mulia yang tetap bernilai baik, siapa pun yang melakukannya. Sebaliknya, sifat kikir tetap dipandang sebagai sikap yang tidak terpuji, meskipun dilakukan oleh seseorang yang dikenal baik.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kedermawanan bukan hanya tentang nilai materi, tetapi juga tentang ketulusan hati untuk berbagi dan membantu sesama.
Bagi sebagian warga, langkah sederhana yang dilakukan Kuntoro dinilai mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan masyarakat. Mereka berharap semangat berbagi, keterbukaan, dan kebersamaan yang mulai ditunjukkan sejak sebelum pelaksanaan pemilihan kepala desa dapat terus dijaga apabila kelak memperoleh amanah memimpin Desa Pendowo.
Aksi berbagi tempe pada Jumat Kliwon itu pun menjadi simbol bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun bermakna. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat desa, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat melayani diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Related Articles