Pemkab Pekalongan Siagakan Seluruh Kekuatan Hadapi Musim Kemarau 2026, Apel Gabungan Perkuat Sinergi Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
KAJEN | rakyatcerdas.my.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi potensi bencana pada musim kemarau tahun 2026 dengan menggelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/7/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. dan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Kapolsek jajaran Polres Pekalongan, unsur TNI, BPBD, PMI, Perhutani, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta puluhan organisasi relawan kebencanaan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan situasi darurat.
Apel gabungan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh komponen penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan berada dalam kondisi siap siaga menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi muncul selama puncak musim kemarau. Ancaman tersebut meliputi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, hingga risiko gagal panen yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat dan sektor pertanian.
Tidak hanya melaksanakan apel, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengecekan kesiapan personel beserta kendaraan operasional dan berbagai sarana-prasarana penanggulangan bencana. Sejumlah kendaraan taktis dan armada operasional milik Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, BPBD, PMI, Damkar, hingga kendaraan backbone dari jajaran Polsek ditampilkan sebagai simbol kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah menunjukkan kesiapan dan komitmen bersama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. Menurutnya, menghadapi musim kemarau tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap dampak musim kemarau.
"Beberapa waktu lalu kita bersama Kapolres dan Dandim telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak. Saat ini kita harus meningkatkan kesiapsiagaan karena ancaman kekeringan, kebakaran hutan, hingga gagal panen mulai meningkat," tegas Sukirman.
Menurutnya, fenomena El Nino yang diperkirakan masih memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca menjadi faktor yang harus diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, kesiapan personel, peralatan, hingga sistem koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.
Sukirman mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya adalah mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mulai terdampak kekeringan. Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk tiga dukuh di Kecamatan Sragi yang pada pekan sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, media massa dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghematan penggunaan air, pencegahan kebakaran lahan, serta peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana selama musim kemarau.
Selain itu, Plt. Bupati mengajak seluruh instansi pemerintah, aparat keamanan, organisasi relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum untuk terus memperkuat sinergi dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
"Kesiapsiagaan yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk memenuhi prosedur, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti ratusan personel gabungan yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Perikanan (DKKP), Linmas, Perhutani, PMI, serta organisasi relawan seperti Tagana, Bagana, MDMC, LPBI NU, Kokam, Senkom Mitra Polri, ORARI, RAPI, hingga komunitas Search and Rescue (SAR) yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan dibangun melalui pendekatan kolaboratif yang mengedepankan koordinasi, kecepatan respons, serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki masing-masing instansi.
Melalui Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh personel, peralatan, serta mekanisme koordinasi berada dalam kondisi optimal menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Dengan kesiapan yang telah dibangun secara terpadu tersebut, pemerintah berharap berbagai potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini, risiko kerugian dapat ditekan seminimal mungkin, serta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara maksimal meskipun dihadapkan pada tantangan musim kemarau yang diprediksi cukup panjang.
Related Articles