Plt. Bupati H. Sukirman Tekankan Pendidikan Tuntas dan Pelestarian Budaya di Pekan Kebudayaan Daerah 2026

Pendidikan & Kebudayaan 30 Apr 2026 11:26 3 min read 13 views By Andy Dayak
Plt. Bupati H. Sukirman Tekankan Pendidikan Tuntas dan Pelestarian Budaya di Pekan Kebudayaan Daerah 2026
Didukung Forkopimda, Pemkab Pekalongan dorong akses pendidikan merata dan libatkan generasi muda dalam pelestarian warisan leluhur

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan momentum Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Pekalongan 2026 sebagai sarana strategis untuk memperkuat komitmen di bidang pendidikan dan pelestarian budaya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.M., saat menghadiri rangkaian kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Dalam kesempatan itu, Sukirman menegaskan pentingnya mendorong anak-anak di Kabupaten Pekalongan agar terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, kegiatan berbasis budaya yang melibatkan pelajar dapat menjadi media efektif dalam membangun karakter sekaligus menumbuhkan semangat belajar.

 

“Workshop children hari ini menjadi bagian dari upaya kita mendorong anak-anak untuk terus sekolah. Kegiatan ini juga diisi dengan pameran-pameran, kemudian besok ada pertunjukan wayang anak tingkat SD dan SMP, baik siang, sore, maupun malam,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa pada hari puncak akan digelar malam anugerah, di mana para juara lomba dalang anak akan mendapatkan kesempatan tampil di hadapan publik.

 

“Nanti malam anugerah, juara satu lomba dalang akan kita pentaskan, baik dari tingkat SD maupun SMP. Ini bentuk apresiasi sekaligus upaya membangun kecintaan anak-anak terhadap budaya,” jelasnya.

 

Sukirman juga menekankan pentingnya pelestarian budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Peserta kegiatan berasal dari komunitas kebudayaan, sanggar seni, hingga pelajar yang menjadi generasi penerus.

 

“Anak-anak kita harus tahu budaya peninggalan leluhur. Harus kita percayakan kembali dan kita amalkan agar tidak terputus. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Dandim 0710 Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, S.Sos., Kapolres Pekalongan (Kajen) AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel, S.H., M.H. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap program pembangunan sumber daya manusia di daerah.

 

Lebih lanjut, Sukirman memaparkan capaian Kabupaten Pekalongan dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Ia menyebutkan bahwa pada 4 Maret 2026, Kabupaten Pekalongan berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan penanganan ATS terbaik di Jawa Tengah.

 

“Ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Dari desa, kecamatan hingga pemerintah daerah bergerak bersama menyadarkan masyarakat agar tidak ada lagi anak yang tidak sekolah,” ujarnya.

 

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sekitar hampir 2.000 anak dalam kategori ATS. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan akses pendidikan, khususnya di wilayah pegunungan seperti Kandangserang dan Paninggaran.

 

“Ada enam kecamatan yang akses SMA Negeri belum merata. Banyak lulusan, tetapi daya tampung terbatas. Ini yang harus kita dorong bersama, termasuk kemungkinan pembangunan SMA negeri maupun swasta,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., M.M., menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah konkret untuk menekan angka ATS sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan.

 

“Kami terus berkoordinasi dari tingkat desa hingga kabupaten untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Tidak boleh ada lagi anak Pekalongan yang tidak sekolah,” tegasnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

 

Rangkaian kegiatan dalam Pekan Kebudayaan Daerah 2026 meliputi workshop seni sintren, lomba menggambar dan mewarnai, lomba dalang anak, pameran seni dan budaya, hingga pagelaran wayang kulit sebagai penutup. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran dan pelestarian budaya.

 

Dengan sinergi antara pemerintah, Forkopimda, komunitas budaya, dan masyarakat, Kabupaten Pekalongan optimistis mampu menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jati diri budaya yang kuat.

Chat with us on WhatsApp