Pelepasan Siswa SMPN 1 Wonokerto Berlangsung Penuh Haru dan Semangat, Kadindik Lepas Simbol Merpati Cita-Cita

Pendidikan & Kebudayaan 23 May 2026 13:22 5 min read 98 views By Andy Dayak

Share berita ini

Pelepasan Siswa SMPN 1 Wonokerto Berlangsung Penuh Haru dan Semangat, Kadindik Lepas Simbol Merpati Cita-Cita
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh lulusan melanjutkan pendidikan, menjaga karakter, serta menghindari konvoi dan balap liar demi menciptakan generasi muda yang membanggakan daerah.

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Suasana penuh haru, bangga, dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX SMP Negeri 1 Wonokerto Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026. Acara yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa dalam menapaki fase baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan mengusung tema “Melangkah Bersama Merajut Asa Menuju Masa Depan Yang Gemilang”, kegiatan pelepasan dilaksanakan secara khidmat namun tetap semarak melalui berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan para siswa.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.I.P., M.M., Kepala Desa Tratebang beserta jajaran, komite sekolah, tokoh masyarakat, wali murid, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti nyata dukungan terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di wilayah Wonokerto.

Kepala SMP Negeri 1 Wonokerto, Basuki, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan kepada seluruh siswa kelas IX yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut.

 

Menurutnya, pelepasan siswa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang akan menentukan masa depan generasi muda.

 

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang hari ini resmi dilepas. Kami berharap anak-anak tetap mencintai dan menghargai almamater SMP Negeri 1 Wonokerto di manapun berada. Jagalah nama baik sekolah, hormati orang tua dan guru, serta jadilah pribadi yang berkarakter baik di tengah keluarga maupun masyarakat,” tutur Basuki.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi pondasi utama bagi generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.I.P., M.M., dalam sambutannya memberikan motivasi sekaligus pesan moral kepada seluruh siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti belajar setelah lulus SMP.

 

Dalam pidatonya, Kholid menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia unggul demi kemajuan Kabupaten Pekalongan di masa mendatang.

 

“Kami berharap ke depan cita-cita anak-anak semuanya bisa tercapai. Setelah lulus SMP harus melanjutkan ke jenjang SMA maupun SMK. Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan satuan pendidikan,” ungkapnya.

 

Kholid juga menyampaikan apresiasi kepada para wali murid dan komite sekolah yang selama ini memberikan dukungan besar terhadap perkembangan pendidikan di SMP Negeri 1 Wonokerto.

 

“Terima kasih kepada seluruh komite dan masyarakat yang selama ini terus berkolaborasi bersama sekolah dan pemerintah. Kemajuan pendidikan tidak akan berjalan tanpa kebersamaan,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kholid turut menyinggung capaian Kabupaten Pekalongan yang baru saja menerima penghargaan dalam kegiatan pendidikan di Kota Semarang. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi agar seluruh elemen pendidikan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

 

“Tadi malam Kabupaten Pekalongan mendapatkan penghargaan dari Radar Semarang. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua agar dunia pendidikan terus berkembang lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Salah satu momen paling menarik dalam kegiatan pelepasan tersebut adalah pelepasan simbolis burung merpati yang dilakukan sebagai lambang harapan dan cita-cita para siswa.

 

Dalam keterangannya, Kholid menyebut merpati menjadi simbol kebebasan dan semangat generasi muda dalam meraih masa depan.

 

“Merpati ini adalah simbol bagi anak-anak kita untuk menuju cita-cita yang lebih tinggi. Mereka harus bisa terbang bebas ke mana saja, namun tetap membawa nama baik Kabupaten Pekalongan, khususnya wilayah Wonokerto,” jelasnya.

 

Ia optimistis generasi muda Kabupaten Pekalongan akan menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu membawa daerah semakin maju dan berdaya saing.

 

“Kami yakin SDM Kabupaten Pekalongan ke depan akan semakin membanggakan dan terus berkibar menuju Kabupaten Pekalongan yang lebih baik,” tambahnya.

 

Di sisi lain, Kholid juga memberikan perhatian serius terhadap perilaku remaja pasca kegiatan kelulusan dan pelepasan siswa. Ia mengingatkan agar kegiatan perpisahan tidak dijadikan ajang konvoi liar maupun tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

 

Menurutnya, pemerintah daerah telah memberikan instruksi agar kegiatan pelepasan cukup dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan secara tertib dan positif.

 

“Kami sudah memberikan instruksi bahwa kegiatan pelepasan cukup dilaksanakan di sekolah. Semoga tidak ada lagi balap liar ataupun konvoi di jalan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” tegasnya.

 

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menyusul berbagai fenomena kenakalan remaja yang belakangan menjadi perhatian publik.

 

Acara pelepasan siswa SMP Negeri 1 Wonokerto sendiri berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni yang dipersembahkan para siswa. Mulai dari drama musikal, paduan suara, tari tradisional, musikalisasi puisi, hingga kirab budaya siswa kelas IX yang menjadi simbol perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

 

Suasana haru tampak menyelimuti para wali murid ketika para siswa menyampaikan lagu-lagu perpisahan dan ucapan terima kasih kepada guru serta orang tua. Tidak sedikit siswa maupun wali murid yang terlihat meneteskan air mata saat mengikuti rangkaian acara.

 

Kegiatan pelepasan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal capaian akademik, namun juga proses membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan yang berlangsung tertib, meriah, dan penuh makna tersebut, SMP Negeri 1 Wonokerto kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang aktif mencetak generasi muda berkualitas demi menyongsong masa depan Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan bermartabat.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp