Akses Bojonglarang Kembali Terbuka, Polisi dan Warga Bersatu Bersihkan Longsor di Linggoasri

Kriminal & Hukum 13 Jun 2026 13:26 4 min read 14 views By Andy Dayak

Share berita ini

Akses Bojonglarang Kembali Terbuka, Polisi dan Warga Bersatu Bersihkan Longsor di Linggoasri
Kerja bakti massal yang melibatkan Polsek Kajen, Pemerintah Desa Linggoasri, dan masyarakat berhasil mengevakuasi material longsor yang sempat memutus akses utama menuju Dukuh Bojonglarang serta merobohkan tiang listrik PLN.

KAJEN | rakyatcerdas.my.id – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat Kabupaten Pekalongan dalam menghadapi bencana alam. Akses jalan utama menuju Dukuh Bojonglarang, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, yang sebelumnya tertutup total akibat tanah longsor, kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Pemulihan akses tersebut terwujud setelah jajaran Polsek Kajen bersama Pemerintah Desa Linggoasri dan puluhan warga setempat melaksanakan kerja bakti pembersihan material longsoran pada Sabtu (13/6/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk respons cepat atas bencana yang terjadi sehari sebelumnya dan sempat mengisolasi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

 

Diketahui, peristiwa tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu atau dapuran bambu terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Material tanah dalam jumlah besar menutup seluruh badan jalan yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk menuju Dukuh Bojonglarang. Tidak hanya itu, longsoran juga menyebabkan satu tiang listrik milik PLN roboh sehingga mengganggu jaringan penerangan di kawasan tersebut.

 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang sedang melintas menggunakan sepeda motor sepulang dari Kajen. Saat tiba di sekitar kawasan TPA Bojonglarang, mereka mendapati jalan tertutup total oleh material tanah dan bambu yang tumbang. Menyadari kondisi tersebut berpotensi menghambat mobilitas warga, laporan segera disampaikan kepada petugas piket siaga Polsek Kajen.

 

Merespons laporan masyarakat, jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait guna merencanakan langkah penanganan darurat. Upaya pembukaan akses jalan kemudian dilaksanakan melalui kerja bakti massal pada Sabtu pagi.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro menjelaskan bahwa pihaknya menempatkan pemulihan akses jalan sebagai prioritas utama karena jalur tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat.

 

“Begitu menerima laporan aduan masyarakat semalam, kami langsung mengagendakan kerja bakti massal pada pagi hari. Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan yang terisolasi agar aktivitas ekonomi maupun mobilitas harian warga Dukuh Bojonglarang tidak terganggu,” ujar Iptu Teguh.

 

Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, parang, dan perlengkapan manual lainnya, personel Polsek Kajen bersama perangkat desa serta warga bahu-membahu membersihkan material longsoran. Tanah yang menumpuk di badan jalan diangkut secara bertahap, sementara rumpun bambu yang tumbang dipotong dan disingkirkan agar tidak menghalangi jalur kendaraan.

 

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam beberapa jam, akses jalan berhasil dibuka kembali sehingga kendaraan dapat melintas secara normal.

 

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan gotong royong bersama warga, material longsoran dan dapuran bambu sudah berhasil dievakuasi. Saat ini akses jalan sudah dapat dilalui kembali secara normal oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelas Kapolsek.

 

Selain fokus pada pembersihan jalan, petugas kepolisian bersama masyarakat juga memasang tanda dan rambu peringatan darurat di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi mengingat area tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

 

Menurut Iptu Teguh, pemasangan rambu peringatan merupakan bagian dari langkah preventif guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Dengan adanya penanda tersebut, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati saat melintasi kawasan rawan bencana.

 

Di sisi lain, Pemerintah Desa Linggoasri menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan jajaran Polsek Kajen. Kehadiran aparat kepolisian sejak awal kejadian dinilai mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana.

 

Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat. Kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pihak tidak hanya mempercepat pembukaan akses jalan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

 

Hingga kegiatan kerja bakti selesai dilaksanakan, kondisi di Dukuh Bojonglarang dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Sementara itu, koordinasi dengan pihak PLN terus dilakukan guna mempercepat perbaikan tiang listrik yang roboh agar pasokan listrik bagi warga dapat kembali normal sepenuhnya.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah perbukitan yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi saat musim hujan. Dengan kesiapsiagaan dan semangat gotong royong yang kuat, dampak bencana dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp