Pelepasan Siswa SMP Negeri 2 Wonokerto 2026 Berlangsung Khidmat, Kadindik Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Kesetaraan Akses Sekolah

Pendidikan & Kebudayaan 30 May 2026 13:23 4 min read 19 views By Andy Dayak

Share berita ini

Pelepasan Siswa SMP Negeri 2 Wonokerto 2026 Berlangsung Khidmat, Kadindik Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Kesetaraan Akses Sekolah
Kholid : Masa Depan Kabupaten Pekalongan Ditentukan oleh Kualitas SDM, Orang Tua dan Sekolah Harus Berjalan Seiring Membentuk Generasi Berkarakter

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Wonokerto Tahun 2026 yang digelar di lingkungan sekolah, Sabtu (30/5/2026). Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama dan bersiap melanjutkan perjalanan akademik menuju jenjang yang lebih tinggi.

 

Kegiatan pelepasan berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala SMP Negeri 2 Wonokerto, Padmo Prisanto, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., M.M., Plt. Camat Wonokerto Siswanto, S.STP., M.A.P., jajaran Forkopimcam Wonokerto, Ketua Komite Sekolah, tokoh masyarakat, para guru, wali murid, serta seluruh siswa kelas IX yang menjadi peserta pelepasan tahun ini.

 

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 2 Wonokerto, Padmo Prisanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan yang berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Ia mengapresiasi kerja keras para siswa selama menempuh pendidikan serta dukungan orang tua yang senantiasa mendampingi proses belajar putra-putrinya.

 

Menurutnya, pelepasan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk memasuki tahapan yang lebih menantang. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjaga semangat belajar, disiplin, serta nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan selama berada di SMP Negeri 2 Wonokerto.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., M.M., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi peserta didik.

 

"Seluruh sekolah di Kabupaten Pekalongan terus didorong untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Semua sarana dan prasarana yang ada tidak bisa dibangun secara instan, tetapi peningkatan mutu pendidikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.

 

Kholid juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang transparan, adil, dan bebas diskriminasi. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki.

 

Ia mengingatkan kepada para orang tua agar tidak terjebak pada anggapan bahwa keberhasilan pendidikan hanya ditentukan oleh sekolah tertentu. Yang paling penting, kata dia, adalah kesiapan dan kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.

 

"Kita tidak boleh lagi berpikir bahwa masuk sekolah harus karena kedekatan dengan seseorang atau faktor-faktor lain di luar kemampuan peserta didik. Semua harus berjalan sesuai aturan dan kemampuan anak-anak kita. Pendidikan harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat," tegasnya.

 

Lebih lanjut, Kholid menekankan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua memiliki porsi yang jauh lebih besar dalam pembentukan karakter anak.

 

Menurutnya, dalam satu hari seorang anak hanya menghabiskan waktu sekitar enam jam bersama guru di sekolah. Sementara sebagian besar waktunya berada di lingkungan keluarga dan masyarakat.

 

"Kalau dihitung, anak-anak berada di sekolah sekitar enam jam. Selebihnya mereka bersama orang tua dan lingkungan sekitar. Karena itu pendidikan karakter sesungguhnya sangat ditentukan oleh peran keluarga. Sekolah dan orang tua harus menjadi satu kesatuan dalam mendidik anak," jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa tantangan masa depan bangsa akan semakin kompleks sehingga diperlukan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing. Kabupaten Pekalongan, menurutnya, harus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlak, etika, budaya, dan kepedulian sosial yang tinggi.

 

"Kita sedang menyiapkan generasi masa depan Indonesia. Oleh karena itu pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas. Pendidikan karakter, budaya saling menghormati, gotong royong, serta kemampuan akademik harus berjalan seimbang agar anak-anak kita mampu bersaing dan membawa Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang semakin maju," tuturnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Camat Wonokerto Siswanto menyampaikan apresiasi kepada SMP Negeri 2 Wonokerto yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Kecamatan Wonokerto. Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, serta daerahnya.

 

Rangkaian acara pelepasan berlangsung penuh kehangatan dengan berbagai penampilan siswa, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh lulusan mampu meraih cita-cita dan sukses di masa mendatang.

 

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Wonokerto Tahun 2026 menjadi simbol berakhirnya masa belajar di bangku SMP sekaligus langkah awal menuju masa depan yang lebih luas. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda Kabupaten Pekalongan yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp