Polres Pekalongan Gencarkan Tracing TBC di 15 Kecamatan, 217 Kontak Erat Jalani Pemeriksaan

Kriminal & Hukum 14 Jun 2026 13:12 3 min read 4 views By Andy Dayak

Share berita ini

Polres Pekalongan Gencarkan Tracing TBC di 15 Kecamatan, 217 Kontak Erat Jalani Pemeriksaan
Sinergi Polri, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat berhasil mendampingi 47 pasien TBC serta melakukan deteksi dini terhadap ratusan warga guna memutus mata rantai penularan penyakit menular di Kabupaten Pekalongan.

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Polres Pekalongan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya penanggulangan penyakit menular melalui kegiatan Tracing Investigasi Kasus Kontak Erat Tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.

 

Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung secara maraton sejak Selasa (9/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026) tersebut melibatkan sinergi lintas sektoral antara Sat Binmas Polres Pekalongan, jajaran Polsek, tim Dokkes, Puskesmas, serta kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pengendalian penyebaran penyakit TBC yang masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas AKP Imam Aziz Rachman, S.T.K., S.I.K., M.H., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata peran Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir dalam misi-misi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

 

Menurutnya, pelaksanaan tracing kontak erat TBC bertujuan untuk menemukan potensi kasus baru sejak dini sekaligus memutus rantai penularan yang umumnya terjadi dalam lingkungan keluarga atau orang-orang yang memiliki interaksi intens dengan pasien.

 

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak hanya fokus pada pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga bergerak aktif membantu mengintervensi klaster penularan penyakit menular seperti TBC melalui pelacakan kontak erat,” ujar AKP Imam Aziz, Sabtu (13/6/2026).

 

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim gabungan berhasil mendata sebanyak 47 warga yang telah terkonfirmasi positif TBC di 15 kecamatan yang berada dalam wilayah hukum Polres Pekalongan. Pendataan dilakukan secara rinci melalui metode by name by address guna memastikan setiap pasien mendapatkan pendampingan dan pengawasan yang optimal.

 

Berdasarkan data tersebut, para Bhabinkamtibmas bersama petugas kesehatan kemudian bergerak ke lapangan untuk melakukan investigasi kontak erat terhadap keluarga maupun lingkungan terdekat pasien. Hasilnya, sebanyak 217 orang berhasil diperiksa melalui pengambilan sampel sputum atau dahak yang selanjutnya diuji menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) guna mendeteksi kemungkinan infeksi TBC.

 

Tidak hanya fokus pada aspek medis, kegiatan ini juga mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Personel Bhabinkamtibmas yang terlibat aktif memberikan penyuluhan mengenai pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memastikan sirkulasi udara yang baik sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.

 

AKP Imam Aziz menegaskan bahwa edukasi kepada keluarga pasien menjadi bagian penting dalam program tersebut. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC, pendekatan ini juga bertujuan mengurangi stigma sosial yang kerap dialami para penderita.

 

“Personel kami memberikan penyuluhan langsung mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat serta sirkulasi udara rumah yang baik. Kami juga membangun komitmen koordinasi dengan pihak Puskesmas setempat untuk memantau kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat secara berkala hingga dinyatakan sembuh total,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, pengawasan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan menjadi salah satu fokus utama. Sebab, keberhasilan terapi TBC sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis selama masa pengobatan yang relatif panjang.

 

Keberhasilan pelaksanaan tracing kontak erat ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menjadi kekuatan penting dalam menghadapi persoalan kesehatan publik. Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut sekaligus mempertegas transformasi institusi kepolisian yang semakin humanis dan responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

 

Melalui langkah preventif dan edukatif yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Pekalongan berharap angka penularan TBC di Kabupaten Pekalongan dapat ditekan secara signifikan. Di sisi lain, kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, serta kondusif bagi seluruh warga.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp