Pengeboran Sumur di Kantor Kecamatan Siwalan Disorot, Air yang Keluar Masih Asin

Terkini 25 May 2026 13:29 3 min read 21 views By Andy Dayak

Share berita ini

Pengeboran Sumur di Kantor Kecamatan Siwalan Disorot, Air yang Keluar Masih Asin
Kontraktor Siap Lakukan Penanganan Ulang dan Pemindahan Titik Bor, PPK Disebut Telah Memberikan Izin Optimalisasi Agar Menghasilkan Air Layak Pakai

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Proyek pengeboran sumber air di lingkungan Kantor Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kembali menjadi perhatian setelah hasil pengeboran diketahui masih mengeluarkan air asin. Kondisi tersebut memunculkan evaluasi lanjutan terkait efektivitas titik pengeboran serta langkah teknis yang akan ditempuh agar sumber air dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

Proyek yang dikerjakan oleh CV Banyu Sumber Mulya dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu sebelumnya merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi sarana prasarana gedung kantor milik Kecamatan Siwalan dengan anggaran sebesar Rp199.567.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026.

 

Saat ditemui di lokasi proyek pada Senin, 25 Mei 2026, Heri selaku pelaksana dari CV Banyu Sumber Mulya menjelaskan bahwa pihaknya masih memiliki tanggung jawab dalam masa pemeliharaan pekerjaan. Karena itu, menurutnya, penanganan lanjutan masih memungkinkan dilakukan apabila kondisi air dinilai belum memenuhi kebutuhan.

 

“Cuma kita kan masih punya masa kontrak juga, jadi selama masa pemeliharaan itu kalau memang perlu pembiayaan dan ada dokumennya nanti kita lihat lagi,” ujar Heri.

 

Ia menerangkan, setelah pekerjaan pengeboran selesai dilakukan, pihak kontraktor telah mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian. Namun hasil di lapangan menunjukkan kualitas air yang keluar masih belum maksimal karena mengandung rasa asin.

 

Menurutnya, pengeboran saat ini telah mencapai kedalaman sekitar 120 meter. Meski demikian, kondisi kandungan air bawah tanah di lokasi tersebut disebut memiliki karakteristik tersendiri sehingga belum menghasilkan air sesuai harapan.

 

“Sekarang kedalamannya sudah sekitar 120 meter. Nanti kalau memang ini masih asin akan kami antisipasi lagi. Kalau memang tidak bisa, berarti nanti kami datangkan pipa lagi atau alat lagi,” jelasnya.

 

Heri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak kontraktor telah menyajikan tiga titik alternatif sumber air kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Namun pada akhirnya titik yang dipilih tetap berada di lokasi pengeboran saat ini.

 

“Kami sebenarnya sudah menyampaikan tiga titik sumber kepada PPK, namun PPK memilih tempat tersebut,” katanya.

 

Meski demikian, Heri menegaskan bahwa secara prinsip CV Banyu Sumber Mulya tetap bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pihaknya juga siap mengambil langkah antisipasi lain, termasuk kemungkinan pemindahan titik lokasi bor dan pengeboran ulang apabila diperlukan.

 

“Secara prinsip kami bertanggung jawab atas pekerjaan ini. Kalau nanti memang harus dilakukan langkah lain, termasuk pemindahan titik atau pengeboran kembali, itu akan kami upayakan,” tegasnya.

 

Dalam proses evaluasi tersebut, pihak kontraktor juga mengaku telah berkoordinasi dengan PPK. Bahkan disebutkan bahwa PPK telah memberikan izin agar dilakukan penanganan lanjutan guna mengoptimalkan hasil pengeboran sampai menghasilkan output air yang maksimal dan layak digunakan.

 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih di lingkungan kantor pemerintahan merupakan fasilitas dasar yang harus dapat dimanfaatkan secara optimal demi menunjang pelayanan publik.

 

Sejumlah warga dan pengamat pembangunan daerah menilai persoalan ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait kajian teknis awal sebelum proyek pengeboran dilaksanakan. Sebab karakteristik lapisan tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan diketahui memiliki kandungan mineral tertentu yang dapat memengaruhi kualitas air bawah tanah.

 

Karena itu, survei hidrogeologi dan ketepatan penentuan titik pengeboran dinilai menjadi faktor penting agar proyek yang menggunakan anggaran daerah benar-benar menghasilkan manfaat nyata dan tidak sekadar menyerap anggaran tanpa hasil optimal.

 

Hingga kini, proses evaluasi dan penanganan lanjutan terhadap sumur bor tersebut masih berlangsung sembari menunggu langkah teknis berikutnya dari pihak pelaksana bersama PPK.

Ad
Iklan media
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp