Pelatihan Budidaya Tembakau Sesuai GAP, Pemkab Pekalongan Perkuat Kapasitas Petani Hadapi Tantangan Pertanian Modern
PEKALONGAN | RAKYATCERDAS.MY.ID – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Budidaya Tembakau Sesuai GAP (Good Agricultural Practices) yang digelar di Balai desa Tajur Kecamatan Kandangserang, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Koordinasi dan Sinkronisasi Prasarana Pendukung Pertanian Lainnya Tahun 2026 diikuti oleh para petani tembakau, kelompok tani, serta unsur pendamping pertanian. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai teknik budidaya tembakau yang baik, benar, dan berkelanjutan sesuai standar pertanian modern.
Dalam suasana yang berlangsung interaktif, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait tahapan budidaya tembakau mulai dari pemilihan benih unggul, pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga proses panen dan pascapanen yang tepat guna menghasilkan kualitas daun tembakau yang optimal.
Narasumber menjelaskan bahwa penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Selain mampu meningkatkan nilai jual komoditas, penerapan GAP juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan sarana produksi yang lebih terukur dan bertanggung jawab.
Para petani tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi di lapangan. Mulai dari perubahan iklim, serangan hama dan penyakit tanaman, hingga fluktuasi harga hasil panen menjadi topik yang banyak dibicarakan dalam forum tersebut.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap para petani dapat mengadopsi teknologi dan metode budidaya yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan serta menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar.
Selain itu, pelatihan juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam mewujudkan sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kompetensi sumber daya manusia di bidang pertanian, diharapkan kesejahteraan petani juga mengalami peningkatan seiring dengan membaiknya kualitas dan kuantitas hasil produksi.
Kecamatan Kandangserang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau di Kabupaten Pekalongan yang memiliki potensi cukup besar. Oleh karena itu, upaya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung penghentian usaha petani tembakau di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini.
Dengan terselenggaranya pelatihan budidaya tembakau sesuai GAP ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan keseriusannya dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem produksi yang lebih maju, efisien dan berorientasi pada kualitas, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat petani di daerah. (Redaksi Rakyatcerdas.my.id)
Related Articles