Ledakan Diduga Petasan Lukai Pemuda 23 Tahun di Karangdadap

Kriminal & Hukum 25 Aug 2026 19:18 3 min read 5 views By andy Dayak

Share berita ini

Ledakan Diduga Petasan Lukai Pemuda 23 Tahun di Karangdadap
Suara ledakan mengagetkan warga Desa Kebonsari pada dini hari. Polisi menemukan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan petasan dan masih mendalami penyebab pasti ledakan.

PEKALONGAN — Suasana dini hari di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah mencekam setelah suara ledakan keras mengagetkan warga, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari petasan tersebut mengakibatkan seorang pemuda berinisial AF (23) mengalami luka serius pada tangan kirinya.

Peristiwa itu terjadi di halaman rumah korban. Dentuman keras yang terdengar di tengah suasana sepi membuat keluarga dan warga sekitar terkejut. Suara ledakan kemudian disusul teriakan dari arah halaman rumah.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Suwarti, keluarga korban langsung keluar rumah setelah mendengar suara ledakan. Mereka kemudian mendapati AF sudah berada di teras rumah dalam kondisi kesakitan sambil memegangi tangan kirinya.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu terdengar suara ledakan keras dan teriakan dari halaman rumah. Keluarga korban kemudian keluar dan mendapati korban sudah berada di teras dalam kondisi mengalami luka pada tangan kiri,” ujar Suwarti.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, AF kemudian meminta keluarganya mencari bagian jari yang mengalami luka akibat ledakan. Keluarga bersama warga di sekitar lokasi berupaya melakukan pertolongan sebelum korban dibawa ke rumah sakit.

AF selanjutnya dilarikan ke RSI Pekajangan untuk memperoleh penanganan medis. Setelah mendapatkan pemeriksaan, korban harus menjalani rawat inap akibat luka yang dideritanya.

“Korban langsung dibawa ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saat ini korban masih menjalani rawat inap,” jelas Suwarti.

 

Polisi Temukan Sejumlah Barang

Petugas kepolisian yang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian menemukan bekas ledakan di sekitar tong sampah yang berada di halaman rumah korban. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan ledakan juga diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang-barang tersebut antara lain sebuah cobek dalam kondisi rusak, dua buah paku, mata obeng, dua potong kawat, sebuah stoples berisi bubuk yang diduga mesiu, serta serpihan kertas petasan.

Selain itu, petugas juga menemukan bagian jari korban di sekitar lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan awal terhadap kondisi korban, ledakan tersebut menyebabkan sejumlah luka pada tangan kiri AF. Polisi mencatat adanya luka robek pada telapak tangan, luka pada beberapa jari, serta luka pada bagian pergelangan lengan bawah.

Temuan sejumlah material di lokasi tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman polisi untuk mengungkap secara lebih jelas rangkaian kejadian, termasuk bagaimana bahan tersebut dirakit dan digunakan hingga akhirnya menimbulkan ledakan.

 

Polisi Ingatkan Bahaya Petasan

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuat, menyimpan, maupun menggunakan petasan atau bahan lain yang berpotensi menimbulkan ledakan. Penggunaan bahan peledak secara sembarangan bukan hanya berisiko menimbulkan kerusakan, tetapi juga dapat mengakibatkan cedera serius bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Suwarti meminta masyarakat tidak menganggap remeh aktivitas pembuatan maupun penggunaan petasan, terutama apabila dilakukan dengan mencampurkan bahan tertentu atau menggunakan material yang dapat meningkatkan daya ledak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bermain-main dengan petasan atau bahan yang dapat menimbulkan ledakan. Keselamatan harus menjadi perhatian utama karena dampaknya dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Polisi juga masih berupaya memastikan proses pembuatan serta penggunaan petasan yang diduga menjadi sumber ledakan.

Peristiwa di Desa Kebonsari itu sekaligus menjadi peringatan bahwa aktivitas merakit atau menggunakan petasan tanpa memperhatikan faktor keselamatan dapat berujung fatal. Dentuman yang hanya berlangsung sesaat ternyata membawa konsekuensi serius bagi korban dan keluarganya.

Polisi berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan bahan peledak secara sembarangan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kegiatan yang berpotensi membahayakan lingkungan.

 

Ad
Iklan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H
Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp