Gejog Lesung Menggema di Plosowangi, Enam Kelompok Ramaikan HUT RI ke-81
KLATEN — Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, berlangsung semarak. Warga dari berbagai wilayah RW ikut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan yang digelar untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan.
Di antara berbagai kegiatan tersebut, Festival Gejog Lesung tingkat RW Desa Plosowangi menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian. Kesenian tradisional yang merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Jawa itu kembali dipentaskan di tengah kehidupan warga.
Sebanyak enam peserta ikut memeriahkan festival tersebut. Mereka tampil membawa kreativitas masing-masing, sekaligus menunjukkan kekompakan dalam memainkan alat musik tradisional gejog lesung.
Bagi masyarakat Plosowangi, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, festival menjadi upaya nyata untuk menjaga kesenian tradisional agar tetap dikenal dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Kepala Desa Plosowangi, Danang Mahendra, mengatakan Festival Gejog Lesung merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Desa Plosowangi sendiri terdiri atas enam RW, dan kegiatan tingkat RW tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berpartisipasi secara langsung dalam perayaan kemerdekaan.
Menurut Danang, terdapat alasan penting di balik dipertahankannya kegiatan tersebut. Salah satunya adalah bagaimana masyarakat dapat ikut menjaga keberadaan budaya tradisional melalui kegiatan yang melibatkan warga secara langsung.
"Harapannya dengan acara seperti ini bisa melestarikan budaya," ujar Danang sebagaimana terekam dalam bahan wawancara.
Tidak hanya persoalan budaya, festival tersebut juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk tampil di hadapan khalayak. Warga diberikan kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Danang juga berharap kegiatan semacam itu dapat memberikan pengalaman kepada warga untuk berani tampil dan menjadi kenangan positif bagi mereka pada masa mendatang.
Semangat tersebut sejalan dengan suasana peringatan HUT RI yang identik dengan gotong royong. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari kegiatan yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Berbagai perlombaan tingkat RW juga digelar untuk menambah kemeriahan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk bertemu, bersilaturahmi dan memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Berdasarkan data yang disampaikan, dukungan atau sponsorship datang antara lain dari Soto Seger Pinggir Ndadah, Talang Bayat; anggota DPRD; Wakil Presiden RI; SPPG Desa Plosowangi; Drs. Anton Lami Suhadi selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah; serta Dita Yoga Randitya.
Dukungan berbagai pihak tersebut turut membantu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan yang bersifat sosial, budaya dan kemasyarakatan.
Festival Gejog Lesung juga menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas melalui cara yang sederhana, tetapi mempunyai nilai budaya yang kuat. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan hiburan modern, masyarakat Plosowangi justru memilih mengangkat kembali kesenian tradisional sebagai bagian dari perayaan HUT RI.
Suara tabuhan lesung yang dimainkan secara bersama-sama menjadi simbol kebersamaan warga. Setiap ketukan membutuhkan kekompakan dan keselarasan, sebagaimana kehidupan bermasyarakat yang membutuhkan kerja sama dan kepedulian satu sama lain.
Karena itu, kegiatan tersebut mempunyai pesan yang cukup dalam. Melestarikan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pelaku seni, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Apa yang dilakukan warga Plosowangi menjadi contoh bahwa tradisi dapat tetap hidup apabila diberikan ruang untuk tampil dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan adanya festival tahunan tersebut, generasi muda juga memiliki kesempatan untuk mengenal kesenian yang mungkin tidak lagi mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Desa Plosowangi bersama masyarakat diharapkan dapat terus mempertahankan kegiatan tersebut pada tahun-tahun berikutnya. Bukan hanya sebagai agenda rutin memperingati HUT RI, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat.
Pada akhirnya, Festival Gejog Lesung di Plosowangi menyampaikan pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta dan perlombaan, tetapi juga dengan menjaga kebudayaan, mempererat persaudaraan dan merawat tradisi yang diwariskan para pendahulu.
Dari enam peserta yang tampil, suara gejog lesung kembali menggema. Di balik irama yang terdengar sederhana, tersimpan semangat gotong royong dan kecintaan warga terhadap budaya lokal.
Plosowangi pun membuktikan, selama masyarakat mau menjaga dan melestarikannya, warisan budaya tidak akan pernah benar-benar hilang ditelan zaman.
Related Articles