Polwan Polres Pekalongan Tabur Bunga di TMP Bhakti Wiratama, Kenang Jasa Pahlawan
PEKALONGAN — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bhakti Wiratama, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Senin (24/8/2026). Jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Pekalongan melaksanakan upacara ziarah dan tabur bunga sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia.
Di tengah suasana tenang kompleks makam para pejuang tersebut, jajaran Polwan sejenak menghentikan aktivitas kedinasan untuk mengenang perjalanan panjang perjuangan para pahlawan. Bagi mereka, ziarah bukan semata kegiatan seremonial, melainkan sebuah refleksi tentang arti pengorbanan, keberanian, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut dipimpin Kabag SDM Polres Pekalongan Kompol Guntur Tri Harjani, S.H. Sejumlah personel Polwan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh penghormatan dan kekhidmatan.
Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Suasana hening seketika terasa ketika seluruh peserta memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka yang telah mendahului dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan membangun bangsa.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga. Karangan bunga tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas jasa para pahlawan yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara.
Tabur Bunga, Merawat Ingatan Sejarah
Usai peletakan karangan bunga, jajaran Polwan Polres Pekalongan bergerak menuju sejumlah pusara di TMP Bhakti Wiratama. Satu per satu bunga ditaburkan di atas makam para pahlawan.
Gerakan sederhana tersebut menyimpan makna yang cukup dalam. Di atas pusara para pejuang, para anggota Polwan diingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir secara cuma-cuma. Ada pengorbanan panjang yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, mengenang jasa pahlawan bukan hanya persoalan mengingat nama dan sejarah, tetapi juga bagaimana nilai perjuangan tersebut diterjemahkan dalam kehidupan serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kabag SDM Polres Pekalongan Kompol Guntur Tri Harjani mengatakan, ziarah dan tabur bunga dalam rangka HUT ke-78 Polwan bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa mengingat perjuangan generasi terdahulu.
“Ziarah dan tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga untuk bangsa dan negara. Semangat perjuangan mereka harus menjadi teladan bagi kita dalam melaksanakan tugas dan pengabdian,” ujar Guntur.
Menurut Guntur, semangat para pahlawan harus tetap hidup dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Perubahan zaman dan tantangan masyarakat yang semakin kompleks menuntut setiap anggota Polri untuk tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga integritas dan rasa tanggung jawab.
Polwan Dituntut Semakin Profesional dan Humanis
Peringatan HUT ke-78 Polwan juga dipandang sebagai momentum untuk memperkuat eksistensi serta peran Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam menjalankan tugas kepolisian, Polwan memiliki posisi strategis dalam membangun pendekatan yang humanis. Kehadiran Polwan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan pelayanan yang mengedepankan empati, profesionalisme, dan tanggung jawab.
Guntur menegaskan, peringatan hari jadi tersebut harus mampu memberikan energi positif bagi seluruh anggota Polwan untuk meningkatkan kualitas pengabdian.
“Semoga momentum HUT ke-78 Polwan ini semakin memperkuat semangat seluruh Polwan untuk terus memberikan pengabdian terbaik, bekerja dengan profesional, humanis dan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan tugas kepolisian dewasa ini tidak lagi sebatas menjaga keamanan dan ketertiban. Polisi dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, merespons persoalan secara cepat dan proporsional, serta memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam konteks itu, nilai-nilai kepahlawanan seperti keberanian, keikhlasan, disiplin, loyalitas, dan kesediaan berkorban menjadi modal moral yang relevan bagi setiap personel kepolisian
Related Articles