Diduga Berawal dari Bara Pembakaran Sisa Panen, Kebakaran Lahan Tebu di Kajen Hanguskan Perkebunan Milik Empat Warga

Kriminal & Hukum 13 Jul 2026 07:12 3 min read 11 views By Andy Dayak

Share berita ini

Diduga Berawal dari Bara Pembakaran Sisa Panen, Kebakaran Lahan Tebu di Kajen Hanguskan Perkebunan Milik Empat Warga
Polisi bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat memadamkan kobaran api di Dukuh Krajan, Desa Sabarwangi. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah lahan tebu milik warga mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian materiil.

KABUPATEN PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Kebakaran melanda area perkebunan tebu milik warga di Dukuh Krajan, Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/7/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut diduga dipicu oleh bara api dari pembakaran sampah berupa daun, kulit, dan sisa tebangan tebu yang kemudian merambat ke lahan perkebunan di sekitarnya.

 

Insiden itu sempat membuat warga sekitar panik karena kobaran api dengan cepat menjalar di tengah kondisi cuaca kemarau yang menyebabkan tanaman tebu dalam keadaan kering dan mudah terbakar. Beruntung, laporan masyarakat segera ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area perkebunan lainnya.

 

Menerima laporan kebakaran, personel kepolisian langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan upaya pemadaman. Setibanya di lokasi, petugas bersama warga berjibaku memadamkan api yang terus merambat akibat tiupan angin.

 

Setelah melalui proses pemadaman yang cukup intensif, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke lahan pertanian lain maupun permukiman warga di sekitar lokasi.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal di tempat kejadian perkara, diketahui kebakaran bermula ketika pemilik lahan bernama Sukirno (65) membersihkan sisa hasil panen tebu berupa daun dan batang kering yang menumpuk di lahannya. Untuk membersihkan area tersebut, sekitar pukul 16.30 WIB ia membakar tumpukan sisa tanaman tersebut.

 

Namun, setelah menganggap api telah padam, Sukirno meninggalkan lokasi. Diduga masih terdapat bara api yang belum sepenuhnya mati. Tiupan angin kemudian membuat bara tersebut kembali menyala dan merembet ke lahan perkebunan tebu milik warga lain yang berada di sekitarnya.

 

Akibatnya, lahan tebu milik Sugiri (65), Mojo (70), dan Rasidi (65) ikut terbakar. Api dengan cepat menghanguskan sebagian tanaman tebu sehingga menyebabkan kerugian materiil bagi para pemilik kebun.

 

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kerusakan tanaman tebu yang terbakar diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani yang terdampak.

 

Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Selain membantu proses pemadaman bersama petugas terkait, kepolisian juga melakukan pendataan serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.

 

"Begitu menerima laporan, personel kami segera menuju lokasi bersama unsur terkait untuk membantu proses pemadaman sekaligus melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh api pembakaran sampah sisa panen tebu yang merembet ke lahan di sekitarnya. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah atau sisa tanaman, terutama pada musim kemarau, sehingga kejadian serupa tidak terulang," ujar Iptu Teguh Subiyantoro.

 

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan lokasi pembakaran sebelum benar-benar memastikan api telah padam sepenuhnya. Bara api yang tampak kecil masih berpotensi kembali menyala ketika tertiup angin, terutama saat musim kemarau dengan kondisi vegetasi yang kering.

 

Selain itu, warga diimbau mengutamakan metode pembersihan lahan yang lebih aman dan menghindari pembakaran terbuka apabila tidak dapat diawasi secara maksimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran lahan yang dapat merugikan masyarakat maupun mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

 

Peristiwa kebakaran di Desa Sabarwangi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sisa tanaman, meskipun terlihat sederhana, dapat berubah menjadi bencana apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang aman. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat kepolisian, dan petugas pemadam kebakaran diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terulangnya kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp