Diduga Arogan dan Tak Hormati Senioritas, Sosok Siti Hanikatun Jadi Perbincangan Publik di Kabupaten Pekalongan
Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Nama Siti Hanikatun kembali menjadi buah bibir di tengah masyarakat Kabupaten Pekalongan. Mantan ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang kini menjabat sebagai Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan itu ramai diperbincangkan publik setelah muncul berbagai curhatan netizen hingga pengakuan sejumlah pejabat yang menilai sikapnya diduga arogan dan kurang memperhatikan senioritas dalam birokrasi lingkungan.
Celoteh pimpinan redaksi Rakyat Cerdas kali ini mencoba menangkap keresahan yang berkembang di ruang publik. Sebab, ketika seorang nama pejabat terus menjadi bahan pembicaraan masyarakat, biasanya terdapat akumulasi persoalan komunikasi yang dianggap tidak lagi nyaman oleh lingkungan sekitar.
Di media sosial, berbagai komentar bermunculan. Ada yang mengaku kecewa dengan cara komunikasi yang dinilai kurang sopan, ada pula yang menyebut sosok Hani dianggap terlalu percaya diri karena merasa memiliki kedekatan khusus dengan pimpinan daerah. Bahkan, beberapa pihak menyebut dirinya kerap sulit menghargai pejabat senior, termasuk kepala dinas hingga Sekda, saat menjalankan kepentingannya.
Tentu, semua informasi yang beredar ini masih sebatas opini, curhatan, hingga penilaian pribadi dari sejumlah pihak. Namun menariknya, suara-suara tersebut muncul dari berbagai kalangan dan terus berkembang menjadi diskusi publik yang cukup panas di Kabupaten Pekalongan.
Sebagai pejabat publik, sorotan masyarakat memang tidak bisa dihindari. Apalagi ketika seseorang pernah berada sangat dekat dengan lingkar kekuasaan. Publik biasanya akan lebih peka terhadap gaya komunikasi, gestur, hingga cara memberi isyarat kepada bawahan maupun rekan pejabat.
Didalamnya pentingnya etika birokrasi. Dalam tradisi pemerintahan, senioritas bukan sekadar soal usia jabatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap pengalaman, proses, dan tata hubungan kelembagaan. Ketika nilai itu mulai dianggap luntur, maka kegaduhan kecil bisa berkembang menjadi persepsi besar di tengah masyarakat.
Pimpinan redaksi Rakyat Cerdas melihat fenomena ini sebagai alarm penting bagi seluruh pejabat publik. Jabatan boleh tinggi, akses kepada pimpinan boleh dekat, namun menjaga sikap tetap menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Apalagi nama Siti Hanikatun sebelumnya juga sempat terseret dalam isu dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang kini masih menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut membuat setiap dinamika terkait dirinya semakin mudah menjadi sorotan masyarakat dan media sosial.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Siti Hanikatun terkait berbagai tudingan maupun opini yang berkembang tersebut. Oleh karena itu, masyarakat tentu masih menunggu penjelasan langsung agar informasi yang beredar tidak terus berkembang dan menimbulkan multitafsir.
Publik berharap, polemik ini bisa disikapi secara dewasa dan terbuka. Sebab dalam pemerintahan, komunikasi yang baik dan saling menghormati antarpejabat menjadi fondasi penting menjaga stabilitas pelayanan kepada masyarakat.
Related Articles