Misteri Kematian Perangkat Desa Kalipancur di Tengah Sawah, Polisi Dalami Semua Kemungkinan

Kriminal & Hukum 28 Jul 2026 16:40 4 min read 8 views By Andy Dayak

Share berita ini

Misteri Kematian Perangkat Desa Kalipancur di Tengah Sawah, Polisi Dalami Semua Kemungkinan
Rusyanto (57) ditemukan meninggal dunia di area persawahan belakang SDN 01 Kalipancur. Polisi mengamankan barang bukti, melakukan olah TKP, serta menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Suasana tenang Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah menjadi duka sekaligus penuh tanda tanya setelah warga menemukan sesosok pria tergeletak tak bernyawa di area persawahan belakang SDN 01 Kalipancur, Selasa (28/7/2026) pagi. Korban diketahui bernama Rusyanto (57), seorang perangkat desa yang dikenal aktif dalam kehidupan masyarakat setempat.

 

Penemuan jenazah tersebut segera memunculkan perhatian luas di tengah warga. Selain karena korban merupakan aparat pemerintahan desa, lokasi ditemukannya korban yang berada di tengah hamparan sawah serta kondisi jasad yang sebagian besar tertutup lumpur membuat penyebab kematian belum dapat dipastikan. Hingga kini, misteri di balik meninggalnya Rusyanto masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.

 

Peristiwa bermula sekitar pukul 07.15 WIB ketika Surajak (60), seorang petani setempat, hendak memeriksa sawah miliknya yang baru dialiri air pada malam sebelumnya. Saat memasuki petak sawah, ia melihat sesuatu yang menyerupai kaki manusia muncul dari lumpur.

 

Karena curiga, Surajak mendekati lokasi sebelum akhirnya memastikan bahwa benda tersebut merupakan tubuh seseorang. Dalam keadaan terkejut, ia segera memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Kalipancur. Informasi kemudian diteruskan kepada Polsek Bojong dan Polres Pekalongan.

 

Tak lama berselang, personel Unit Samapta, Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan, serta anggota Polsek Bojong tiba di lokasi. Petugas langsung memasang garis polisi, mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendokumentasikan kondisi di lapangan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas terakhir korban.

 

Untuk memperlancar proses evakuasi, kepolisian juga berkoordinasi dengan Puskesmas Bojong dan PMI. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kraton guna menjalani autopsi sebagai langkah ilmiah untuk memastikan penyebab kematian.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi Surya Chandra, S.Tr.K., S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa penyidik bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

 

> "Pagi ini kami menerima informasi adanya penemuan seorang laki-laki di area sawah belakang SD. Berdasarkan keterangan sementara dari para saksi, korban diketahui pada sore sebelumnya berada di lokasi untuk menjaga perangkap belut miliknya. Saat ini kami masih mendalami apakah terdapat keterkaitan dengan dugaan tindak pidana atau penyebab lainnya," ujar AKP Fauzi.

 

 

 

Keterangan tersebut menjadi salah satu petunjuk awal yang sedang didalami penyidik. Informasi sementara menyebutkan korban terakhir kali berada di area persawahan pada sore hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal keesokan paginya.

 

Dalam proses olah TKP, polisi juga menemukan sejumlah barang yang dinilai perlu diteliti lebih lanjut. Di sekitar lokasi ditemukan batang celurit tanpa mata pisau serta sebuah batu yang kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

 

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penemuan barang-barang tersebut belum dapat disimpulkan memiliki hubungan langsung dengan penyebab kematian korban. Seluruh barang bukti masih akan dianalisis secara forensik bersamaan dengan hasil pemeriksaan saksi dan autopsi.

 

"Kami telah melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, berkoordinasi dengan tenaga medis, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Kraton untuk dilakukan otopsi. Saat ini penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian," tegas AKP Fauzi.

 

Menurutnya, pemeriksaan awal di lokasi belum dapat memastikan adanya luka atau tanda-tanda tertentu pada tubuh korban. Kondisi jasad yang sebagian besar tertutup lumpur membuat identifikasi visual sangat terbatas sehingga diperlukan pemeriksaan medis secara menyeluruh.

 

> "Saat ditemukan, posisi korban terlentang menghadap ke atas dan sebagian besar tubuhnya tertutup lumpur sehingga pemeriksaan awal di lokasi sangat terbatas. Hasil autopsi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kematian," jelasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polres Pekalongan bersama Polsek Bojong masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi, menelusuri aktivitas terakhir korban, serta mendalami seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi.

 

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh kemungkinan penyebab kematian masih terbuka dan belum ada kesimpulan resmi mengenai adanya unsur tindak pidana maupun penyebab lainnya. Penentuan penyebab kematian akan didasarkan pada hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, serta alat bukti yang dikumpulkan selama proses penyelidikan.

 

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta masyarakat memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara profesional sehingga fakta-fakta yang sebenarnya dapat terungkap berdasarkan bukti ilmiah dan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Dengan demikian, misteri kematian Rusyanto masih menunggu jawaban dari rangkaian penyelidikan yang sedang berlangsung. Hasil autopsi dan pendalaman terhadap seluruh barang bukti akan menjadi dasar bagi kepolisian dalam mengungkap secara terang peristiwa yang mengejutkan warga Desa Kalipancur tersebut.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp