303 Siswa SMAN 1 Kajen Digembleng Paham AI, Polres Pekalongan Dorong Pelajar Melek Teknologi

Pendidikan & Kebudayaan 11 Aug 2026 20:30 5 min read 9 views By Andy Dayak

Share berita ini

303 Siswa SMAN 1 Kajen Digembleng Paham AI, Polres Pekalongan Dorong Pelajar Melek Teknologi
Bukan Sekadar Bisa Menggunakan, Pelajar Didorong Memahami AI Secara Bijak, Produktif dan Bertanggung Jawab

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin masuk ke berbagai lini kehidupan mendorong kalangan pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat.

 

Sebanyak 303 siswa SMA Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, mengikuti pelatihan program Paham Artificial Intelligence (AI) yang digelar Polres Pekalongan, Selasa (11/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Kajen tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perkembangan teknologi AI sekaligus membangun kesadaran agar teknologi tersebut digunakan untuk kepentingan positif, produktif dan bertanggung jawab.

 

Pelatihan menghadirkan trainer dari Polres Pekalongan bersama anggota Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Pekalongan. Para siswa mengikuti rangkaian pembelajaran secara langsung dengan materi yang disusun untuk mengenalkan AI dari tingkat dasar.

 

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai apa dan bagaimana Artificial Intelligence bekerja, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai sarana pembelajaran yang dapat membantu mereka memahami perkembangan teknologi tersebut.

 

Salah satu platform yang digunakan dalam program ini adalah Senopati Academy. Platform tersebut menjadi sarana bagi para siswa untuk mengikuti tahapan pembelajaran Paham AI secara sistematis.

 

Para peserta terlebih dahulu diarahkan membuat akun pada platform tersebut. Setelah akun dibuat, siswa melakukan proses verifikasi, mengisi biodata, kemudian masuk ke dashboard pembelajaran.

 

Tahapan tersebut sekaligus memperkenalkan kepada para pelajar bagaimana menggunakan sebuah platform digital secara tertib dan bertanggung jawab.

 

Tidak berhenti pada proses pendaftaran, siswa juga diarahkan memanfaatkan sejumlah fitur pembelajaran yang tersedia. Di antaranya Cerita Jeda serta Live Session Paham AI yang dilaksanakan bersama trainer.

 

Materi yang diberikan terbagi dalam beberapa modul pembelajaran. Setiap modul dilengkapi dengan pretest dan posttest.

 

Metode tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah menerima materi. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga mengukur sejauh mana materi dapat dipahami oleh para siswa.

 

Dalam sesi pembelajaran, trainer juga menyampaikan materi melalui Slide Room. Para siswa kemudian bergabung ke dalam sesi pembelajaran menggunakan kode akses yang telah disiapkan.

 

Model pembelajaran tersebut membuat peserta dapat mengikuti materi secara lebih terarah sekaligus membiasakan siswa menggunakan teknologi digital sebagai bagian dari proses pendidikan.

 

AI Harus Digunakan Secara Bijak

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Kasubsi Penmas Sihumas Iptu Suwarti, S.H., mengatakan pelatihan Paham AI diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan kepada para pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat.

 

Menurut Suwarti, Artificial Intelligence saat ini bukan lagi sekadar teknologi masa depan. AI telah berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan.

 

"AI merupakan teknologi yang terus berkembang dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu memahami cara memanfaatkannya secara positif, produktif, bijak dan bertanggung jawab, khususnya untuk mendukung kegiatan pembelajaran," ujar Suwarti.

 

Ia menegaskan, pemahaman terhadap AI tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan atau menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

 

Lebih jauh, pelajar perlu memahami batasan dan tanggung jawab ketika menggunakan teknologi tersebut.

 

Sebab, kemudahan yang ditawarkan AI harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Pelajar tetap dituntut mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran materi yang diperoleh serta tidak menjadikan AI sebagai pengganti seluruh proses berpikir dan belajar.

 

"Kami berharap melalui pelatihan ini siswa tidak hanya mengenal AI, tetapi juga memahami manfaat serta pentingnya menggunakan teknologi tersebut secara bijak. AI hendaknya menjadi alat yang membantu proses belajar dan meningkatkan kreativitas, bukan digunakan secara sembarangan," katanya.

 

303 Siswa Kantongi Sertifikat

Setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, sebanyak 303 siswa SMAN 1 Kajen dinyatakan telah mengikuti program Paham Artificial Intelligence.

 

Para siswa juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah menyelesaikan rangkaian pelatihan melalui platform Senopati Academy.

 

Penerbitan sertifikat tersebut menjadi penanda bahwa peserta telah mengikuti tahapan pembelajaran yang diberikan, mulai dari pengenalan dasar AI, penggunaan platform pembelajaran, mengikuti modul, mengerjakan evaluasi hingga menyelesaikan keseluruhan program.

 

Bagi Polres Pekalongan, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan teknologi. Lebih dari itu, program Paham AI diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun literasi digital di kalangan pelajar.

 

Generasi muda dinilai perlu dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif dan bertanggung jawab.

 

Di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam berbagai bidang, kemampuan memahami teknologi menjadi modal penting bagi pelajar. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan beriringan dengan etika penggunaannya.

 

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mencari referensi, memahami materi pelajaran, mengembangkan ide, meningkatkan kreativitas dan mendukung berbagai aktivitas pendidikan. Tetapi penggunaannya tetap harus berada dalam koridor kejujuran akademik dan tanggung jawab.

 

Rangkaian pelatihan akhirnya ditutup dengan evaluasi hasil pembelajaran dan penerbitan sertifikat kepada para siswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan.

 

Dengan adanya program tersebut, Polres Pekalongan berharap para pelajar SMAN 1 Kajen tidak hanya menjadi generasi yang akrab dengan teknologi, tetapi juga mampu menempatkan teknologi AI sebagai sarana untuk belajar, berkarya dan mengembangkan potensi diri.

 

Sebanyak 303 siswa yang mengikuti pelatihan itu pun diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi muda yang tidak gagap teknologi, namun tetap memiliki kesadaran bahwa kecanggihan teknologi harus digunakan dengan akal sehat, etika dan tanggung jawab.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp