Pria Asal Karanggondang Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Anak Sungai Sengkarang, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

Kriminal & Hukum 19 Jul 2026 10:01 3 min read 9 views By Andy Dayak

Share berita ini

Pria Asal Karanggondang Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Anak Sungai Sengkarang, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan
Korban yang diketahui meninggalkan rumah sejak sehari sebelumnya ditemukan dalam kondisi telungkup di saluran irigasi. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana.

KAJEN | rakyatcerdas.my.id – Warga Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang telah meninggal dunia di aliran irigasi anak Sungai Sengkarang, Sabtu (18/7/2026) siang. Korban diketahui bernama Nur Rahman alias Ntul (34), warga setempat.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan jajaran Polsek Karanganyar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Kepastian itu diperoleh setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis yang memeriksa kondisi jenazah.

 

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00 WIB saat warga menemukan korban dalam keadaan telungkup di aliran irigasi yang berada di tepi jalan Desa Karanggondang. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada warga lainnya, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Karanganyar sekitar pukul 12.30 WIB.

 

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Karanganyar bersama tim medis dan petugas terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari mengamankan area, melakukan olah TKP, hingga meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab kejadian.

 

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui, korban telah meninggalkan rumah sejak Jumat (17/7/2026) siang. Pada sore harinya, sekitar pukul 18.30 WIB, salah seorang saksi sempat bertemu dengan korban dan berusaha mengajaknya pulang ke rumah. Namun ajakan tersebut ditolak, dan korban memilih tetap berada di luar rumah.

 

Keesokan harinya, saksi yang kembali melintas di lokasi yang sama dikejutkan dengan kondisi korban yang telah meninggal dunia di dalam saluran irigasi anak Sungai Sengkarang. Saksi kemudian segera meminta bantuan warga sekitar sebelum peristiwa itu dilaporkan kepada aparat kepolisian.

 

Hasil olah TKP menunjukkan korban ditemukan mengenakan kaos berwarna hijau dan celana pendek merah dalam posisi telungkup di saluran irigasi. Lokasi penemuan berada pada saluran air dengan kedalaman kurang lebih 2,5 meter dari permukaan jalan dan memiliki lebar sekitar dua meter.

 

Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan luka pada bagian pelipis kiri, bibir bawah kiri, serta telinga kiri korban. Meski demikian, hasil pemeriksaan medis oleh dokter RSUD Kajen menyimpulkan bahwa luka-luka tersebut diduga merupakan akibat gigitan binatang air setelah korban berada di dalam saluran irigasi.

 

Selain itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap tubuh korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun luka yang mengarah pada dugaan tindak kriminal.

 

Kapolsek Karanganyar, Iptu Slamet Riyadi, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat guna memastikan penyebab kematian korban serta menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

 

> "Begitu menerima laporan, anggota segera menuju lokasi bersama tim medis untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan dokter maupun olah TKP, tidak ditemukan adanya unsur pidana ataupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak kriminal," ujar Iptu Slamet Riyadi.

 

 

 

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menerima hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

 

Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan keterbelakangan mental. Setelah seluruh prosedur kepolisian selesai dilaksanakan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

 

> "Keluarga korban menyampaikan tidak berkenan dilakukan autopsi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga diketahui memiliki riwayat gangguan keterbelakangan mental. Setelah seluruh prosedur kepolisian selesai, jenazah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

 

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan khusus, sekaligus pentingnya pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kondisi darurat atau peristiwa yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp