Konsultasi Publik AMDAL PT Arunika Belum Capai Kesepakatan, Warga Siwalan Tetap Pertahankan Tuntutan Soal Irigasi

Kriminal & Hukum 17 Jul 2026 17:45 4 min read 6 views By Andy Dayak

Share berita ini

Konsultasi Publik AMDAL PT Arunika Belum Capai Kesepakatan, Warga Siwalan Tetap Pertahankan Tuntutan Soal Irigasi
Ratusan warga menghadiri forum konsultasi publik di Balai Desa Siwalan. Meski berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan Polsek Sragi, persoalan perubahan saluran irigasi pertanian masih menjadi ganjalan utama sehingga belum tercapai kesepakatan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Ratusan warga Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, memadati Balai Desa Siwalan pada Rabu (15/7/2026) malam untuk mengikuti konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek pembangunan Pabrik Tekstil PT Arunika. Forum yang menjadi bagian penting dalam proses perizinan pembangunan tersebut berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan kondusif, namun belum mampu menghasilkan kesepakatan mengenai persoalan perubahan saluran irigasi pertanian yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat.

 

Kegiatan konsultasi publik tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Siwalan, perwakilan PT Arunika Textile, Dewan Pengairan, Pemerintah Desa Siwalan, serta lebih dari 200 warga yang hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, Polsek Sragi menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

 

Dalam sesi pemaparan, pihak perusahaan melalui narasumber menjelaskan dokumen AMDAL beserta rencana pembangunan pabrik tekstil yang telah dimulai sejak Desember 2024. Penjelasan tersebut mencakup berbagai aspek lingkungan, sosial, hingga langkah-langkah mitigasi dampak yang direncanakan perusahaan selama proses pembangunan maupun operasional pabrik nantinya.

 

Namun, memasuki sesi dialog, perhatian warga lebih banyak tertuju pada persoalan perubahan jalur saluran irigasi pertanian di Dukuh Krengseng yang dinilai terdampak langsung oleh pembangunan pabrik. Warga mengkhawatirkan perubahan tersebut dapat mengganggu distribusi air ke lahan pertanian dan berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

 

Sejumlah perwakilan warga secara tegas menyampaikan bahwa mereka belum dapat memberikan persetujuan terhadap kelanjutan proyek pembangunan pabrik apabila persoalan saluran irigasi belum memperoleh solusi yang jelas dan memberikan kepastian bagi para petani.

 

Menurut warga, keberadaan investasi memang diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perekonomian daerah, termasuk membuka lapangan pekerjaan baru. Namun demikian, pembangunan tersebut juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat, khususnya keberlangsungan sistem irigasi yang selama ini menjadi penopang aktivitas pertanian di Desa Siwalan.

 

Menanggapi berbagai aspirasi yang berkembang, Forkopimcam Siwalan melalui perwakilan Dewan Pengairan memberikan rekomendasi agar seluruh pihak terlebih dahulu menempuh mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu langkah yang disarankan ialah mengajukan perizinan kepada Dinas Pekerjaan Umum, khususnya bidang yang membidangi pengelolaan irigasi, sehingga perubahan saluran dapat dikaji secara teknis maupun administratif.

 

Usulan tersebut diterima oleh seluruh peserta konsultasi publik sebagai langkah awal penyelesaian persoalan. Kendati demikian, hingga forum berakhir belum ditemukan titik temu mengenai bentuk penyelesaian maupun tindak lanjut perubahan saluran irigasi yang menjadi tuntutan masyarakat.

 

Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, S.H., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut semata-mata untuk menjamin keamanan sekaligus memberikan ruang bagi seluruh pihak menyampaikan pendapat secara tertib dan sesuai aturan.

 

"Kepolisian hadir untuk mengamankan jalannya konsultasi publik agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan meskipun belum tercapai kesepakatan. Kami berharap seluruh pihak tetap mengedepankan musyawarah serta mengikuti mekanisme yang berlaku dalam mencari solusi terbaik," ujar AKP Turkhan.

 

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Sragi akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat maupun pihak perusahaan untuk mengedepankan komunikasi yang konstruktif serta menghindari langkah-langkah yang berpotensi memicu konflik.

 

"Kami mengimbau masyarakat maupun pihak perusahaan untuk tetap menjaga komunikasi yang baik, menahan diri, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan, sementara investasi yang memberikan manfaat bagi daerah juga dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

 

Diketahui, pembangunan Pabrik Tekstil PT Arunika merupakan salah satu investasi bernilai miliaran rupiah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Meski demikian, masyarakat Desa Siwalan berharap seluruh persoalan yang berkaitan dengan perubahan saluran irigasi dapat diselesaikan secara tuntas sebelum pembangunan proyek dilanjutkan, sehingga kepentingan investasi dan keberlanjutan sektor pertanian dapat berjalan secara seimbang tanpa merugikan salah satu pihak.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp