Warga Limbangan Digegerkan Penemuan Jenazah Pria Tergantung di Kebun Alpukat
Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Masyarakat Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, digegerkan oleh penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di area kebun alpukat, tepatnya di Dukuh Widari, Selasa (28/4/2026) sore. Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga lantaran lokasi kejadian yang cukup jauh dari permukiman dan berada di area perkebunan atau alas.
Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan sekitar pukul 16.00 WIB oleh dua warga setempat, Kasdollah (55) dan Iswanto (27). Keduanya saat itu tengah beraktivitas di kebun dengan memetik hasil tanaman, sebelum akhirnya mendapati sosok pria dalam kondisi tidak bernyawa.
Kabar tersebut segera diteruskan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polsek Karanganyar bersama Tim Inafis Polres Pekalongan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui PS. Kapolsek Karanganyar Iptu Slamet Riyadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ditemukan, korban berada dalam posisi tergantung di sebuah pohon alpukat menggunakan selembar sarung.
“Setelah menerima laporan dari Kepala Desa Limbangan, anggota kami bersama Unit Inafis langsung menuju lokasi. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui berinisial MNS (31), warga Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sepeda motor milik korban jenis Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi G-6766-YA yang terparkir sekitar 100 meter dari titik penemuan.
Selain itu, sejumlah barang pribadi turut diamankan petugas, di antaranya tas selempang berisi dompet dengan uang tunai, kartu identitas seperti KTP, SIM C, KIS, kartu ATM, kunci rumah, serta satu unit telepon genggam.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh Tim Inafis dan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya terdapat luka pada bagian leher yang diduga akibat jeratan kain. Ciri-ciri tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dalam peristiwa gantung diri.
Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian ini tidak mengandung unsur tindak pidana. Meski demikian, proses penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.
Keluarga korban yang telah dihubungi oleh pihak kepolisian menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Pernyataan tersebut juga telah dituangkan secara resmi.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kota Pekalongan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial dan perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk terhadap individu yang mungkin membutuhkan dukungan secara emosional maupun sosial.