Polres Pekalongan dan Dinkes Intensifkan Skrining TB Paru, Perkuat Upaya Memutus Rantai Penularan di Kabupaten Pekalongan

Kriminal & Hukum 17 Jun 2026 04:16 4 min read 4 views By Andy Dayak

Share berita ini

Polres Pekalongan dan Dinkes Intensifkan Skrining TB Paru, Perkuat Upaya Memutus Rantai Penularan di Kabupaten Pekalongan
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar bakti kesehatan dan bakti sosial skrining serta tracing Tuberkulosis Paru guna mempercepat deteksi dini, pengobatan, dan penanganan kasus di masyarakat.

KAJEN | rakyatcerdas.my.id – Komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat oleh Polres Pekalongan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kedua institusi tersebut menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial Skrining serta Tracing Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Kajen I, Senin (15/6/2026).

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemberantasan TB Paru yang diinisiasi Polda Jawa Tengah sekaligus menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam menekan angka penyebaran penyakit menular yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pekalongan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tohid Margono, Wakapolres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah, para pejabat utama Polres Pekalongan, jajaran Puskesmas Kajen I, serta masyarakat yang mengikuti skrining kesehatan.

 

Selain pelaksanaan skrining dan pelacakan kasus TB Paru, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat serta penyerahan bantuan sosial kepada perwakilan peserta skrining. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menjalani proses pemeriksaan maupun pengobatan penyakit tuberkulosis.

 

Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program Polda Jawa Tengah untuk mengendalikan dan menekan angka kasus TB Paru di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit tuberkulosis. Oleh karena itu, masyarakat yang terindikasi mengalami gejala TB Paru maupun keluarga yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita didorong untuk tidak ragu menjalani pemeriksaan kesehatan.

 

"Kami dari Polres Pekalongan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melaksanakan lanjutan program Polda Jawa Tengah dalam upaya pemberantasan TB Paru. Hari ini kami mengajak masyarakat yang terindikasi TB Paru maupun keluarga yang melakukan kontak erat untuk melakukan pemeriksaan dan skrining kesehatan agar kondisi kesehatannya dapat diketahui sejak dini," ujar AKBP Rachmad.

 

Ia menjelaskan bahwa program yang dijalankan tidak hanya sebatas melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah ditemukan indikasi penyakit, petugas kesehatan akan memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari pendataan, pelacakan kontak erat, pengawasan pengobatan hingga pemberian obat secara teratur agar proses penyembuhan dapat berlangsung optimal.

 

Melalui kolaborasi yang erat antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah, proses penanganan pasien TB Paru diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menekan angka penularan di lingkungan masyarakat.

 

AKBP Rachmad juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, jumlah masyarakat yang terindikasi TB Paru di Kabupaten Pekalongan mencapai lebih dari 600 orang. Meski demikian, capaian penanganan yang telah dilakukan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

 

"Dari jumlah 600-an yang terindikasi TB Paru, saat ini sekitar 60 persen sudah mendapatkan pendampingan dan tracking. Berkat kerja keras petugas kesehatan dan para Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan, kini tinggal sekitar 30 persen lagi yang masih perlu dilakukan pelacakan lebih lanjut," jelasnya.

 

Keberhasilan tersebut, lanjut Kapolres, tidak terlepas dari peran aktif petugas kesehatan di tingkat puskesmas serta jajaran Bhabinkamtibmas yang selama ini membantu proses pelacakan dan pendampingan masyarakat hingga ke pelosok desa.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak merasa takut maupun khawatir apabila mendapatkan kunjungan dari petugas kesehatan atau Bhabinkamtibmas yang melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan.

 

Menurutnya, kehadiran petugas semata-mata bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB Paru.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterlibatan aktif Polres Pekalongan dalam berbagai program kesehatan masyarakat, khususnya penanganan tuberkulosis.

 

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kepolisian menjadi modal penting dalam mempercepat proses penemuan kasus, pelacakan kontak erat, hingga keberhasilan pengobatan pasien TB Paru di Kabupaten Pekalongan.

 

Melalui kegiatan bakti kesehatan, skrining, dan tracing yang dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terdeteksi sejak dini sehingga memperoleh penanganan yang cepat dan tepat. Dengan demikian, rantai penularan TB Paru dapat diputus dan target penurunan angka kasus di Kabupaten Pekalongan dapat tercapai secara optimal.

 

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai momentum institusional kepolisian, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp