Legenonan Bugangan Semarak, Pagelaran Wayang Golek Santri Satukan Warga dan Unsur Muspika Kedungwuni
Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Tradisi legenonan dan sedekah bumi di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan berlangsung meriah dan penuh makna, Jumat (1/5/2026) malam. Kegiatan yang dikemas dalam pagelaran wayang golek santri ini tidak hanya menjadi tontonan rakyat, tetapi juga tuntunan yang sarat nilai budaya dan spiritual.
Acara yang digelar di depan GOR Desa Bugangan tersebut menghadirkan dalang Ki Haryo Enthus Susmono dengan lakon “Balada Sunan Kalijaga”. Sejak awal pertunjukan, ratusan warga tampak antusias memadati lokasi, menyaksikan kisah yang kental dengan pesan dakwah dan kearifan lokal.
Kehadiran unsur Muspika Kecamatan Kedungwuni turut menambah suasana khidmat. Camat Kedungwuni, Bambang Dwi Yuswanto, S.IP, hadir langsung bersama jajaran Koramil Kedungwuni yang mewakili Babinsa, serta Bhabinkamtibmas dari Polsek Kedungwuni. Turut mendampingi, Kepala Desa Bugangan, Mustiyadi, yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Camat Kedungwuni Bambang Dwi Yuswanto menyampaikan bahwa kegiatan legenonan merupakan warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Ia menilai, selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat. Ini adalah kekuatan sosial yang harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bugangan, Mustiyadi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan legenonan tahun ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta unsur TNI-Polri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Ini menunjukkan bahwa budaya masih menjadi bagian penting dalam kehidupan warga. Kami berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini,” katanya.
Pagelaran wayang golek santri sendiri menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut. Selain menyuguhkan hiburan, hiburan ini juga mengandung nilai-nilai edukasi, khususnya dalam mengenalkan ajaran Islam melalui pendekatan budaya yang mudah diterima masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hadir. Sinergitas antara aparat keamanan dan warga terlihat harmonis sepanjang acara berlangsung hingga selesai.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Desa Butangan kembali menegaskan eksistensinya sebagai desa yang kaya akan tradisi dan budaya. Legenonan tidak sekedar seremoni tahunan, melainkan menjadi simbol kuatnya identitas dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.