Ki Mangun Yuwono: Cukup Ngopi Malam Bersama Warga, Desa Bersih Berawal dari Keteladanan Kepala Desa

Terkini 01 Aug 2026 19:15 3 min read 45 views By Andy Dayak

Share berita ini

Ki Mangun Yuwono: Cukup Ngopi Malam Bersama Warga, Desa Bersih Berawal dari Keteladanan Kepala Desa
Tokoh budaya asal Desa Pecangakan menilai kedekatan pemimpin dengan masyarakat menjadi kunci membangun budaya gotong royong. Kerja bakti dinilai lebih efektif jika dipimpin langsung oleh kepala desa yang hadir di tengah warganya.

PEMALANG | rakyatcerdas.my.id – Tokoh budaya sekaligus dalang wayang kulit asal Desa Pecangakan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Ki Mangun Yuwono, mengajak para kepala desa untuk kembali menghidupkan semangat kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi lebih pada kesediaan seorang pemimpin hadir, mendengar, dan bergerak bersama warganya.

 

Pandangan tersebut disampaikan Ki Mangun saat berbincang bersama Pemerhati Pembangunan dan Pendidikan Kabupaten Pemalang (PPPKP), Ahmad Junaedi, dalam kesempatan berkunjung takziah ke rumah salah seorang warga Desa Pecangakan, Sabtu (1/8/2026).

 

Dalam kesempatan itu, Ki Mangun menyoroti pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepala desa dengan masyarakat. Ia mengingatkan agar para pemimpin desa tidak terjebak dalam lingkungan pergaulan yang kurang produktif, melainkan lebih banyak meluangkan waktu untuk menyapa warga secara langsung.

 

Menurutnya, pendekatan sederhana seperti berkumpul bersama warga pada malam hari sambil menikmati secangkir kopi dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk membangun kebersamaan dan memperkuat budaya gotong royong.

 

"Kalau kepala desa sering menyambangi warganya malam-malam, sekadar duduk santai ngopi bareng, lalu bertanya, 'Gimana kalau besok kita kerja bakti?', kemudian besoknya benar-benar ikut turun bersama warga, saya yakin desa akan bersih dan tertata. Rumput liar tidak akan dibiarkan tumbuh, lingkungan akan terawat," ujar Ki Mangun.

 

Ia menilai, saat ini kepala desa telah memperoleh penghasilan yang cukup memadai sehingga sudah seharusnya diimbangi dengan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi dalam melayani masyarakat. Kepemimpinan, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas kebijakan administratif.

 

Ki Mangun juga menegaskan bahwa berbagai persoalan lingkungan, seperti saluran air yang tersumbat maupun sampah yang berserakan, pada dasarnya bukan semata-mata disebabkan oleh keterbatasan anggaran. Menurutnya, persoalan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh belum optimalnya kehadiran pemimpin dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.

 

"Selokan mampet dan sampah berserakan bukan karena tidak ada dana. Yang paling penting adalah kemauan kepala desa untuk turun langsung, mengajak masyarakat bergerak bersama. Kalau pemimpinnya memberi contoh, warga pasti ikut," tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia menilai budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat pedesaan harus terus dipelihara. Kepala desa, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama yang mampu membangun semangat kebersamaan melalui komunikasi yang sederhana namun menyentuh kehidupan masyarakat.

 

Ki Mangun berharap para pemimpin desa tidak hanya hadir ketika ada kegiatan formal atau agenda pemerintahan, tetapi juga membiasakan diri berinteraksi secara langsung dengan warga dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat diyakini akan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan serta mendorong lahirnya kepedulian bersama.

 

"Semua tergantung pada tindakan dan kemauan kepala desa. Dekati warga, ajak bergerak bersama, maka wajah desa pasti akan berubah menjadi lebih baik," pungkasnya.

 

Pesan yang disampaikan Ki Mangun menjadi pengingat bahwa pembangunan desa sejatinya tidak hanya bergantung pada program dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan, keteladanan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dengan kepemimpinan yang hadir dan memberi contoh, lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman bukanlah cita-cita yang sulit untuk diwujudkan.

Berita | Rakyat Cerdas

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp