Heboh Santriwati Mengaku Hamil Tanpa Disentuh Laki-Laki, Netizen Pekalongan Langsung Sidang Logika Nasional
PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Jagat media sosial di Kabupaten Pekalongan mendadak gaduh setelah muncul pengakuan seorang santriwati berinisial F (22), warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, yang disebut-sebut hamil tanpa pernah disentuh laki-laki. Kisah yang awalnya hanya menjadi obrolan kecil warga itu mendadak meledak setelah diviralkan akun media sosial “Berita Pekalongan” dan langsung mengundang ribuan komentar netizen yang mayoritas antara bingung, penasaran, dan kehabisan logika.
Dalam narasi yang beredar, F diketahui merupakan santriwati di salah satu pondok pesantren di wilayah Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan. Yang membuat publik tercengang bukan sekadar kabar kehamilannya, melainkan pengakuannya yang menyebut dirinya tidak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun.
Pernyataan itu sontak membuat warga terdiam sambil mengernyitkan dahi. Sebagian mencoba berpikir positif, sebagian lagi sibuk membuka kembali pelajaran biologi zaman sekolah, sementara netizen lain memilih menyerahkan semuanya kepada “tim investigasi kolom komentar”.
Ayah F, Slamet, turut memberikan penjelasan kepada sejumlah warga dan media. Ia mengaku selama ini putrinya memang tidak memiliki pacar maupun laki-laki dekat.
“Menurut keterangan anak saya, F memang tidak punya pacar. Dia sering bermimpi bertemu laki-laki dan berhubungan intim lewat mimpi,” ujar Slamet.
Keterangan tersebut justru membuat suasana semakin riuh. Publik pun terbelah menjadi beberapa kubu. Ada yang percaya penuh dan menyebut kejadian itu sebagai kuasa Tuhan, ada yang memilih skeptis, dan ada pula yang sekadar menjadi penonton sambil membawa popcorn digital di kolom komentar.
Meski demikian, Slamet mengaku menerima kejadian yang menimpa anaknya dengan ikhlas. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai ujian dari Allah SWT.
“Saya ikhlas karena ini ujian dari Allah. Bayi yang lahir juga sudah diadopsi keluarga di Banjarnegara,” tambahnya.
Fenomena yang dianggap irasional itu akhirnya menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bina Pelangi Pekalongan. Ketua LPPA Bina Pelangi, Ali Rosidin, secara terbuka meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk tidak membiarkan kasus tersebut menggantung tanpa kejelasan.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui fakta sebenarnya agar tidak muncul pola pembelaan serupa yang justru membingungkan publik.
“Kalau setiap ada kasus lalu alasannya hamil tanpa ada laki-laki yang menghamili, nanti lama-lama masyarakat bingung membedakan mana fakta dan mana drama berseri,” sindir Ali Rosidin, Senin (25/5/2026).
Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dipandang sekadar bahan candaan media sosial. Di balik ramainya meme dan komentar nyeleneh netizen, ada persoalan moral, psikologis, dan tanggung jawab sosial yang seharusnya ditangani serius.
“Kalau memang ada pihak yang terlibat, harus ada keberanian untuk jujur dan bertanggung jawab. Jangan sampai publik diajak masuk lorong misteri ala sinetron azab episode spesial,” lanjutnya.
Ali juga menyoroti dampak sosial dari kabar tersebut yang berpotensi memunculkan persepsi liar di tengah masyarakat. Menurutnya, ketika cerita yang sulit diterima logika terus dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi, masyarakat kecil justru menjadi korban kebingungan informasi.
“Kasihan masyarakat. Baru mau percaya informasi, eh malah dikasih cerita yang bikin logika jungkir balik,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah warga berharap perempuan tersebut tetap mendapatkan pendampingan psikologis dan perlindungan sosial. Sebab di balik riuhnya komentar publik, tetap ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.
Hingga kini, kisah “hamil tanpa disentuh laki-laki” itu masih menjadi perdebatan hangat di tengah masyarakat Pekalongan. Ada yang percaya penuh, ada yang menganggapnya sekadar alibi, dan ada pula yang memilih diam sambil melontarkan celetukan pelan namun menohok:
“Kalau begini terus, bapak-bapak lama-lama takut kehilangan fungsi karena dianggap tidak diperlukan lagi.”
Related Articles