Heboh ! Pocong Jadi-jadian Resahkan Warga Rejosari, Polisi Turun Tangan Lakukan Penyelidikan
Pekalongan I rakyatcerdas.my.id — Suasana tenang di Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah menjadi keresahan warga setelah muncul aksi pocong jadi-jadian yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja pada dini hari. Fenomena yang sempat menggegerkan masyarakat itu kini menjadi perhatian aparat kepolisian setempat guna memastikan keamanan dan ketertiban lingkungan tetap terjaga.
Menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Bojong, Bripda Satya Jayawardhana, turun langsung melakukan sambang warga sekaligus mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut pada Senin (25/5/2026) malam. Kegiatan dilakukan di rumah milik Ibu Warjanah, warga Desa Rejosari yang berada tidak jauh dari lokasi kemunculan pocong palsu tersebut.
Dari hasil penelusuran awal dan keterangan sejumlah saksi, aksi yang meresahkan itu terjadi sekitar pukul 02.00 hingga 02.30 WIB. Salah seorang warga yang menjadi saksi mata mengaku sempat mendengar suara sepeda motor matic berhenti sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.
Merasa curiga dengan aktivitas di tengah malam tersebut, saksi kemudian melakukan pengecekan ke arah suara kendaraan. Saat itulah dirinya dikejutkan dengan kemunculan sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumah Ibu Warjanah. Situasi yang awalnya mencekam itu sontak membuat warga panik dan ketakutan.
Tak hanya melihat langsung sosok tersebut, saksi bahkan sempat mengabadikan gambar pelaku menggunakan telepon genggam. Dari hasil foto yang berhasil diambil, pelaku diduga membawa benda menyerupai senjata tajam sehingga semakin menambah kecemasan warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang remaja. Satu orang berperan mengenakan kostum pocong, sementara dua lainnya menunggu di atas sepeda motor untuk memantau situasi sekaligus bersiap melarikan diri.
Aksi itu berlangsung sangat singkat, diperkirakan hanya sekitar dua menit. Para pelaku kemudian kabur setelah menyadari keberadaan mereka diketahui warga setempat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil, kejadian tersebut meninggalkan trauma dan rasa takut bagi sebagian masyarakat, terutama warga lanjut usia dan anak-anak.
Dalam kesempatan sambangnya, Bripda Satya Jayawardhana juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan lingkungan. Warga diminta kembali menghidupkan ronda malam dan mengaktifkan pos keamanan lingkungan (pos kamling) guna mencegah gangguan keamanan serupa terulang kembali.
Kapolsek Bojong AKP Wastono membenarkan adanya laporan keresahan masyarakat terkait aksi pocong jadi-jadian tersebut. Pihak kepolisian, kata dia, saat ini masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing melakukan tindakan main hakim sendiri. Tingkatkan kewaspadaan lingkungan melalui ronda malam dan segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Call Center Polri 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan,” ujar AKP Wastono, Selasa (26/05/2026).
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa jajaran Polsek Bojong akan terus meningkatkan patroli malam serta pemantauan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Bojong demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Ia berharap warga tidak mudah terprovokasi isu-isu yang menimbulkan kepanikan, namun tetap waspada terhadap setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Peristiwa pocong jadi-jadian ini pun menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Desa Rejosari. Banyak warga berharap para pelaku segera ditemukan agar situasi kembali kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas malam dengan rasa aman tanpa dihantui ketakutan.
Related Articles