Truk Angkut 6,3 Ton Getah Pinus Terguling di Jalan Menanjak Lebakbarang
PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Sebuah truk bernomor polisi D-8059-U yang mengangkut 6.380 kilogram atau sekitar 6,3 ton getah pinus terguling di ruas Jalan Cembang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026).
Kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, ketika truk tengah melintasi jalan yang cukup menanjak. Kendaraan yang dikemudikan Danuri (34), warga Kecamatan Lebakbarang, diduga tidak mampu melanjutkan laju saat melewati tanjakan hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan terguling di badan jalan.
Kapolsek Lebakbarang Iptu Daryanto, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kondisi medan jalan yang menanjak menjadi salah satu faktor yang diduga menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan.
"Truk bermuatan getah pinus tersebut melintas di ruas Jalan Cembang dalam kondisi jalan cukup menanjak. Kendaraan diduga tidak kuat menanjak sehingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling di badan jalan," ujar Daryanto.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, truk tersebut sebelumnya membawa muatan getah pinus dari wilayah Kumenyep. Muatan dengan berat mencapai 6.380 kilogram itu rencananya dikirim menuju Pabrik Gondo PPCI, Kabupaten Pemalang.
Getah pinus tersebut diketahui merupakan milik Perhutani RPH Kapundutan, BKPH Karanganyar. Namun, dalam perjalanan, kendaraan mengalami kecelakaan saat melintasi tanjakan di ruas Jalan Cembang.
Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang mengetahui truk terguling kemudian mendatangi lokasi kejadian. Mereka selanjutnya melaporkan kecelakaan itu kepada anggota Polsek Lebakbarang.
Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pengemudi truk dilaporkan selamat. Meski demikian, insiden tersebut menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp45 juta.
"Untuk korban jiwa nihil. Saat ini personel TNI-Polri bersama warga membantu proses evakuasi kendaraan dan membersihkan getah pinus yang tumpah di jalan," jelas Daryanto.
Selain menyebabkan kerusakan pada kendaraan, kecelakaan juga berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas. Posisi truk yang terguling dan melintang di badan jalan membuat ruas Jalan Raya Lebakbarang menuju Desa Sidomulyo untuk sementara belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
Petugas gabungan bersama masyarakat kemudian melakukan penanganan di lokasi. Evakuasi kendaraan menjadi prioritas agar badan jalan dapat kembali digunakan dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.
Tumpahan getah pinus yang berserakan di jalan juga menjadi perhatian petugas. Material tersebut harus dibersihkan untuk menghindari kondisi jalan yang membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor.
Polsek Lebakbarang melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan susulan. Pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut juga diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat medan jalan di wilayah Lebakbarang memiliki sejumlah ruas dengan kondisi menanjak dan berkelok.
Daryanto mengimbau masyarakat pengguna jalan agar tidak memaksakan kendaraan ketika menghadapi tanjakan, terlebih kendaraan dengan membawa muatan berat. Pengemudi juga diminta mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Evakuasi dilakukan sesegera mungkin agar akses jalan dapat kembali normal," pungkasnya.
Peristiwa tergulingnya truk bermuatan lebih dari enam ton getah pinus tersebut menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan angkutan barang untuk memperhatikan kondisi kendaraan, kapasitas muatan, serta karakteristik medan yang dilalui. Terlebih, jalur pegunungan seperti di wilayah Lebakbarang membutuhkan kehati-hatian ekstra karena terdapat sejumlah tanjakan dan turunan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila kendaraan tidak dalam kondisi optimal.
Related Articles