Tanah Longsor Tutup Jalan Utama Desa Pamutuh, Warga dan Aparat Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

Kriminal & Hukum 27 Apr 2026 12:51 3 min read 9 views By Andy Dayak
Tanah Longsor Tutup Jalan Utama Desa Pamutuh, Warga dan Aparat Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lebakbarang memicu longsor di Desa Pamutuh. Akses jalan sempat lumpuh total, namun berkat gotong royong aparat dan warga, penanganan segera dilakukan.

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (25/4/2026), mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Pamutuh. Peristiwa yang terjadi pada sore hari tersebut sempat menutup total akses jalan utama desa, sehingga aktivitas warga terganggu dan jalur transportasi tidak dapat dilalui.

 

Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Tebing yang berada di atas jalan utama Desa Pamutuh tidak mampu menahan derasnya aliran air, hingga akhirnya longsor dan menimbun badan jalan dengan material tanah serta rumpun bambu.

 

Kapolsek Lebakbarang, Iptu Daryanto, S.H., menjelaskan bahwa hujan mulai turun sekitar pukul 12.00 WIB. Kondisi cuaca yang terus memburuk membuat tanah di area tebing menjadi labil. Sekitar pukul 16.00 WIB, longsor pun terjadi dan menutup seluruh akses jalan desa.

 

“Pada hari Sabtu tanggal 25 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB wilayah Lebakbarang diguyur hujan deras. Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB terjadi tanah longsor dari tebing di atas jalan utama Desa Pamutuh yang mengakibatkan akses jalan tertutup total,” ungkap Iptu Daryanto.

 

Material longsoran yang menutupi jalan terdiri atas tanah bercampur rumpun bambu. Panjang timbunan mencapai kurang lebih 6 meter dengan ketebalan sekitar 1,5 meter. Besarnya material yang menutup jalan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

 

Akibat kejadian tersebut, akses transportasi warga sempat terputus total. Aktivitas masyarakat yang biasa menggunakan jalur tersebut pun terhambat. Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.

 

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, namun akses transportasi warga sempat terputus,” tambahnya.

 

Menanggapi situasi tersebut, upaya penanganan langsung dilakukan pada pukul 18.00 WIB. Aparat dari TNI dan Polri bersama Pemerintah Desa serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor.

 

Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu menyingkirkan timbunan tanah dan bambu yang menutup jalan. Kehadiran aparat bersama masyarakat menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan kerja sama masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana alam.

 

Langkah cepat yang dilakukan ini diharapkan dapat segera memulihkan akses jalan, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah perbukitan yang rawan longsor.

 

Pemerintah bersama aparat terkait akan terus memantau kondisi di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan.

 

Melalui sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat, penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi modal penting dalam menghadapi setiap tantangan, termasuk bencana alam yang datang tanpa diduga.

Chat with us on WhatsApp