Dashcam Ungkap Fakta Kecelakaan di Lamongan, Sopir Bus Transjatim Tak Bersalah

Daerah 21 Mar 2026 07:35 2 min read 35 views By Redaksi

Share berita ini

Dashcam Ungkap Fakta Kecelakaan di Lamongan, Sopir Bus Transjatim Tak Bersalah
Satu keluarga terlibat kecelakaan di pertigaan Jl. Raya Takeran, rekaman kamera bus jadi bukti penting, sopir sempat jadi sasaran amuk warga

LAMONGAN | rakyatcerdas.my.id – Fakta baru terungkap dalam kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah bus Transjatim dan sepeda motor di wilayah Jl. Raya Takeran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (18/03/2026). Rekaman kamera dasbor (dashcam) dari bus menjadi bukti kunci yang menunjukkan bahwa sopir bus tidak bersalah dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa nahas itu melibatkan sepeda motor Honda Vario bernopol S 6918 JCJ yang dihadiri satu keluarga asal Desa Takerharjo, yakni Abdul Sholeh, Rihlatussa'adah, dan Rafan Ahnafi. Saat kejadian, mereka hendak keluar menuju jalan utama dari pertigaan Jl. Haji Moh. Ilham menuju Jl. Raya Takeran.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sepeda motor tersebut berhenti sejenak sebelum akhirnya bergerak maju secara tiba-tiba. Diduga, Rafan Ahnafi yang duduk di bagian depan tanpa sengaja menarik gas tuas, sehingga kendaraan melaju ke badan jalan utama.

Di saat yang bersamaan, sebuah bus Mitsubishi Fuso Canter milik Transjatim bernopol S 7090 UJ yang dikemudikan oleh Yoyok Ardianto tengah melintas di jalur utama. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan situasi yang terjadi secara mendadak, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Rekaman dashcam yang tersebar luas di media sosial menampilkan dengan jelas bahwa bus melaju di jalurnya dengan kecepatan normal, tanpa adanya indikasi pelanggaran. Motor terlihat tiba-tiba masuk ke jalur bus, sehingga memperkuat dugaan bahwa kecelakaan terjadi akibat faktor ketidaksengajaan dari pihak pengendara motor.

Akibat kejadian tersebut, korban ketiga langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah Lamongan untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun nahas, Abdul Sholeh dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan. Sementara itu, sang istri dan putranya selamat meski mengalami luka yang cukup berat.

Situasi sempat memanas pascakejadian. Yoyok Ardianto, sopir bus Transjatim, sempat menjadi sasaran kemarahan warga sekitar yang terpancing emosi. Dalam video yang beredar, terlihat sopir tersebut mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, bahkan mengalami pemukulan oleh sejumlah warga yang belum mengetahui secara utuh kronologi kejadian.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum fakta sebenarnya terungkap. Rekaman dashcam menjadi bukti tujuan yang membantu mengungkap kejadian secara lebih jelas dan adil.

Pihak yang berwenang diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada semua pihak serta melakukan penanganan secara profesional agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Sementara itu, masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi dalam menyikapi suatu peristiwa.

Rakyat Cerdas
Chat with us on WhatsApp