Tanggul Sungai Silempeng Jebol, Polisi dan Instansi Terkait Bergerak Cepat Cegah Dampak Meluas

Kriminal & Hukum 20 Apr 2026 07:15 2 min read 7 views By Andy Dayak
Tanggul Sungai Silempeng Jebol, Polisi dan Instansi Terkait Bergerak Cepat Cegah Dampak Meluas
Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait bergerak cepat merespons jebolnya tanggul di Sungai Silemp...

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait bergerak cepat merespons jebolnya tanggul di Sungai Silempeng, yang berada di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Pengecekan langsung dilakukan pada Sabtu (18/4/2026) guna memastikan kondisi terkini sekaligus menentukan langkah penanganan darurat.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, S.H., yang turun ke lokasi bersama jajaran anggota Polsek Sragi. Turut hadir dalam pengecekan tersebut Kepala Pompa Air Silempeng Muh. Wildan, Koordinator Kelompok Kerja Sumber Daya Air (Poklah SDA) Kristiawan, serta perwakilan dari PSDA Pemali Comal.

 

Di lokasi, tim gabungan melakukan pemantauan kondisi tanggul serta aliran air Sungai Silempeng. Berdasarkan hasil pengecekan, debit air sungai saat ini terpantau dalam kondisi surut dengan ketinggian sekitar 0,4 meter. Namun demikian, saat kondisi pasang, air dapat meningkat hingga mencapai 1 meter.

 

Meski tanggul dalam kondisi jebol, air sungai saat ini masih mengalir ke area persawahan di Desa Depok dan Desa Boyoteluk. Luasan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare. Beruntung, hingga saat ini air belum merendam kawasan permukiman warga.

 

Diketahui, tanggul yang jebol tersebut merupakan tanggul darurat yang sebelumnya dibangun menggunakan karung berisi tanah, diperkuat dengan kayu dolken serta anyaman bambu. Kerusakan yang terjadi cukup signifikan, dengan panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 10 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 1 meter.

 

Kapolsek Sragi AKP Turkhan menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas instansi sebagai langkah antisipasi agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.

 

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait. Dugaan sementara, jebolnya tanggul disebabkan oleh tingginya pasang surut air laut. Karena itu, perlu segera dilakukan penanganan agar tidak berdampak ke pemukiman warga,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia berharap pihak PSDA Pemali Comal segera mengirimkan bantuan material berupa kantong dan tanah guna menutup bagian tanggul yang jebol. Menurutnya, kondisi air yang tengah surut saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat proses perbaikan darurat.

 

Dengan adanya sinergi antara kepolisian, instansi teknis, serta kelompok kerja sumber daya air, penanganan tanggul jebol di Sungai Silempeng diharapkan dapat segera diselesaikan. Langkah cepat ini menjadi kunci penting untuk mencegah potensi banjir yang dapat mengancam permukiman warga di sekitar wilayah tersebut.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp