Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar, Diduga Sudah Tiga Hari Tak Bernyawa

Kriminal & Hukum 22 Apr 2026 06:32 2 min read 16 views By Andy Dayak
Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar, Diduga Sudah Tiga Hari Tak Bernyawa
Warga Dukuh Sinangoh Digegerkan Penemuan Husin (62), Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

KAJEN | rakyatcerdas.my.id — Warga Dukuh Sinangoh, Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia bernama Husin (62) yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya, Senin (20/4/2026) pagi.

 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB oleh sang istri, Sundiarti (58), yang merasa curiga karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan korban. Saat itu, ia berusaha memanggil suaminya dari luar kamar, namun tidak mendapatkan respons.

 

Karena merasa ada yang tidak beres, Sundiarti kemudian mencoba mengintip melalui jendela kaca kamar. Betapa terkejutnya ia saat melihat korban sudah dalam kondisi terbujur kaku di atas tempat tidur dengan tubuh yang tampak membengkak.

 

Dalam keadaan panik, ia segera memanggil anaknya serta warga sekitar untuk meminta bantuan. Setelah jendela kamar berhasil dibuka dari luar, pintu kamar yang sebelumnya terkunci dari dalam akhirnya dapat dibuka. Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur lantai, masih mengenakan pakaian lengkap.

 

Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, S.H., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

 

“Hari Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 09.15 WIB, kami menerima laporan adanya orang meninggal dunia di dalam kamar tidur rumah di Dukuh Sinangoh, Desa Sinangohprendeng. Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan olah TKP bersama Unit Reskrim, Unit Identifikasi, Unit Intelkam, serta SPKT Polres Pekalongan,” ungkapnya, Selasa (21/4/2026).

 

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Kajen guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan kerap mengurung diri di dalam kamar. Terakhir kali, korban terlihat oleh anaknya pada Jumat (17/4/2026) malam saat sedang menonton televisi.

 

Hasil pemeriksaan medis luar yang dilakukan oleh tim dokter RSUD Kajen menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia antara satu hingga tiga hari sebelum ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda pembusukan, namun tidak terdapat luka ataupun indikasi kekerasan.

 

“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena gagal napas, namun untuk memastikan diperlukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Iptu Teguh.

 

Meski demikian, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Kejadian ini pun menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan serta keberadaan anggota keluarga, terutama yang sudah lanjut usia.

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp