Polsek Kedungwuni Gerak Cepat Tindaklanjuti Video Viral Anak Punk di TL Podo

Kriminal & Hukum 25 Apr 2026 23:04 3 min read 8 views By Andy Dayak
Polsek Kedungwuni Gerak Cepat Tindaklanjuti Video Viral Anak Punk di TL Podo
Tiga Anak Punk Diperiksa, Polisi Pastikan Bukan Pelaku dalam Video yang Beredar di Media Sosial

Pekalongan | rakyatcerdas.my.id – Menyikapi beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan aksi berbahaya seorang anak punk yang diduga sengaja menabrakkan diri ke pengguna jalan, jajaran Polsek Kedungwuni bergerak cepat melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian. Langkah sigap tersebut dilakukan pada Sabtu (25/4/2026) di kawasan Traffic Light (TL) Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

 

Pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian terhadap keresahan masyarakat yang muncul setelah video tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Dalam video itu, terlihat seorang anak jalanan diduga melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

 

Setibanya di lokasi, petugas mendapati tiga orang anak punk yang tengah beraktivitas dengan mengamen di sekitar kawasan traffic light. Ketiganya kemudian dimintai keterangan guna memastikan keterlibatan mereka dalam peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa ketiga anak punk tersebut bukan merupakan warga Kecamatan Kedungwuni. Mereka berasal dari Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut, polisi juga memastikan bahwa ketiganya bukan pelaku dalam video yang tengah beredar luas di media sosial.

 

Untuk memastikan hal tersebut, petugas menunjukkan video viral tersebut kepada ketiga anak punk itu. Dari keterangan yang diperoleh, mereka mengaku tidak berada di lokasi saat peristiwa dalam video terjadi. Meski demikian, aparat kepolisian tetap memberikan pembinaan serta imbauan agar mereka tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

 

Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas di jalan raya yang dapat mengganggu ketertiban umum, terlebih jika berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

“Setelah kami lakukan pengecekan, tiga anak punk yang kami temui bukan pelaku dalam video viral tersebut. Namun demikian, kami tetap memberikan pembinaan dan imbauan agar mereka tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan. Kami juga mengingatkan agar aktivitas di jalan raya tidak mengganggu ketertiban dan keselamatan,” tegas Iptu Amin.

 

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya penertiban aktivitas anak punk di wilayah Kedungwuni dan sekitarnya. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ketertiban umum sekaligus memberikan pembinaan yang lebih terarah kepada para anak jalanan.

 

Selain itu, patroli rutin juga akan ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

 

Dengan langkah cepat dan responsif yang dilakukan Polsek Kedungwuni, masyarakat diharapkan dapat merasa lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas di jalan raya. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah terprovokasi sebelum kebenarannya dipastikan oleh pihak berwenang.

Chat with us on WhatsApp