Peternak Ayam Petelur Demo, 350 Ayam Dibagikan ke Warga Kajen
KAJEN | RakyatCerdas.my.id — Aksi damai sekitar 100 peternak ayam petelur di Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), tidak berhenti pada penyampaian aspirasi di depan Kantor Bupati Pekalongan. Setelah melakukan audiensi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para peternak membuat aksi sosial dengan membagikan 350 ekor ayam kepada masyarakat di sekitar Jalan Mandurorejo, Kajen.
Pembagian ayam hidup tersebut menjadi pemandangan tersendiri di tengah rangkaian aksi yang sebelumnya diwarnai penyampaian berbagai keluhan mengenai kondisi usaha peternakan ayam petelur yang dinilai semakin berat.
Para peternak datang bukan semata-mata membawa persoalan harga telur. Mereka juga menyoroti tingginya biaya produksi, terutama harga pakan yang terus menjadi beban bagi keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Setelah aspirasi disampaikan melalui audiensi, para peternak kemudian bergerak menuju lokasi pembagian ayam. Warga yang mengetahui adanya pembagian tersebut tampak antusias. Ayam-ayam dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam aksi damai tersebut.
Polisi Pastikan Aksi Berjalan Aman
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., bersama jajarannya turut memantau sekaligus mengamankan kegiatan pembagian ayam tersebut.
Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya ditujukan untuk mengawal massa aksi, tetapi juga memastikan proses pembagian ayam berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan di sekitar Jalan Mandurorejo.
"Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Termasuk saat pembagian ayam kepada masyarakat, kami lakukan pengamanan dan pemantauan agar kegiatan berjalan lancar," kata Rachmad.
Menurut Kapolres, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dihormati. Karena itu, kepolisian berupaya mengedepankan pendekatan yang humanis dalam mengawal seluruh rangkaian aksi.
"Kami mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, dan tugas kami memastikan kegiatan tersebut berlangsung aman serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," ujarnya.
Harga Telur dan Pakan Jadi Sorotan
Dalam audiensi bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, para peternak menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Salah satu persoalan utama adalah harga telur di tingkat kandang yang dinilai belum sebanding dengan biaya produksi. Di sisi lain, harga pakan yang tinggi membuat margin keuntungan peternak semakin tertekan.
Kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena biaya pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam operasional peternakan ayam petelur.
Peternak berharap pemerintah tidak hanya mendengarkan keluhan mereka, tetapi juga menghadirkan langkah konkret yang mampu membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Salah satu harapan yang disampaikan adalah adanya dukungan melalui berbagai program pemerintah, termasuk kemungkinan penyerapan telur produksi peternak lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut para peternak, apabila produksi telur lokal dapat diserap melalui program pemerintah, hal tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menjaga pasar sekaligus memberikan kepastian penyerapan hasil produksi.
350 Ayam Dibagikan, Warga Antusias
Setelah audiensi selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 350 ekor ayam kepada masyarakat di sekitar Jalan Mandurorejo, Kajen.
Warga tampak antusias menerima ayam yang dibagikan. Kegiatan tersebut berlangsung di bawah pemantauan petugas kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan yang tidak terkendali maupun gangguan terhadap lalu lintas.
Bagi para peternak, pembagian ayam tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa keberadaan peternakan rakyat tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Di tengah persoalan ekonomi yang mereka hadapi, para peternak memilih membagikan sebagian ayam kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ratusan Personel Dikerahkan
Sebelum aksi berlangsung, Polres Pekalongan telah menyiagakan ratusan personel gabungan untuk mengamankan seluruh tahapan kegiatan.
Pengamanan dilakukan mulai dari pergerakan massa menuju lokasi aksi, penyampaian aspirasi di depan Kantor Bupati Pekalongan, pelaksanaan audiensi dengan pemerintah daerah, hingga pembagian ayam kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aksi damai tetap berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Pekalongan juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar tetap menjaga situasi selama kegiatan berlangsung.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga ketertiban. Mari bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif," pungkas Rachmad.
Seluruh rangkaian aksi damai peternak ayam petelur Kabupaten Pekalongan tersebut akhirnya berlangsung aman dan lancar. Setelah kegiatan pembagian ayam selesai, aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Mandurorejo, Kajen, kembali berjalan normal.
Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi peternak ayam petelur bukan sekadar persoalan harga komoditas, melainkan menyangkut keberlanjutan usaha, biaya produksi, kepastian pasar, serta harapan agar kebijakan pemerintah dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi produk peternakan lokal.
Related Articles