Perjuangan Ganda Ibu dan Anak di Pekalongan, Kenzo (4) Kembali Jalani Operasi di Tengah Keterbatasan
Pekalongan | rakyatcerdas.my.id — Di balik sebuah rumah sederhana di Dukuh Babadan Tengah RT 01 RW 02, Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, tersimpan kisah haru perjuangan seorang ibu dan anak yang menghadapi ujian hidup secara bersamaan.
Kenzo Hanan Arion Seno (4), putra pasangan Pujoseno dan Andini Putri Syafaroh, hingga kini masih berjuang melawan penyakit Retinoblastoma yang tak kunjung sembuh. Penyakit tersebut bahkan telah memaksanya menjalani operasi pengangkatan bola mata sejak usia satu tahun.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas semakin menambah berat perjuangan mereka. Sang ayah bekerja sebagai montir bengkel rumahan, sementara ibu fokus merawat anak sekaligus menjalani ujian hidupnya sendiri.
Kisah ini semakin menyentuh ketika Andini, sang ibu, menceritakan perjalanan hidupnya kepada wartawan rakyatcerdas.my.id pada Minggu, 22 Maret 2026. Ia mengaku telah terbiasa hidup dalam keterbatasan sejak kecil, bahkan harus berjualan sambil bersekolah demi membantu kebutuhan keluarga.
Setelah lulus sekolah, ia sempat merantau ke Bekasi sebelum mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menjalani operasi. Tak lama kemudian, ia menikah dengan teman sekolahnya dan dikaruniai seorang anak pada Mei 2022, yang kemudian diberi nama Kenzo Hanan Arion Seno.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Setelah melahirkan, ia diketahui mengidap penyakit serius yang mengharuskannya bolak-balik menjalani pengobatan, bahkan harus berpisah sementara dengan anaknya yang masih kecil.
“Waktu itu anak saya belum genap satu tahun, saya harus sering ke rumah sakit. Rasanya sangat berat,” tuturnya.
Belum menyelesaikan ujian tersebut, Andini kembali diuji ketika melihat tanda-tanda tidak biasa pada mata anaknya. Setelah diperiksakan ke dokter, Kenzo divonis mengidap retinoblastoma dan harus menjalani operasi pengangkatan bola mata di usia yang sangat dini.
Tak hanya itu, Kenzo juga harus menjalani kemoterapi. Terlebih lagi, saat direncanakan pemasangan bola mata palsu, kondisi kembali berubah karena tumor tumbuh kembali di area yang sebelumnya telah dioperasi.
Kini, Kenzo hadir menjalani operasi lanjutan pada Selasa, 24 Maret 2026 di RSUD Kariyadi Semarang. Harapan besar disematkan pada keluarga agar tindakan tersebut mampu memperbaiki kondisi kesehatan Kenzo.
Sebelumnya, keluarga juga sempat mendapat kunjungan dari pihak Puskesmas II Sragi yang menyarankan agar kondisi anak tidak terlalu diekspos. Namun hingga saat ini, belum ada bantuan signifikan yang dirasakan keluarga.
Di tengah segala keterbatasan, harapan sederhana tetap diucapkan oleh keluarga. “Semoga Allah memudahkan langkah rezeki kami,” ujar Andini.
Kisah haru juga tergambar dari ucapan polos Kenzo yang kerap membandingkan dirinya dengan orang lain. Ia bertanya kepada ibunya mengapa ia hanya memiliki satu mata, dan berharap suatu hari bisa memiliki mata seperti orang lain.
Pengungkapan sederhana itu menjadi potret betapa besar perjuangan yang harus menghadapi seorang anak di usia yang seharusnya penuh keceriaan.
Keluarga kini sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun, serta para dermawan, untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan pusat lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus membuka harapan baru bagi masa depan Kenzo.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan masyarakat, masih banyak keluarga yang berjuang dalam diam menghadapi cobaan berat. Kepedulian dan aksi nyata dari berbagai pihak menjadi harapan besar agar penderitaan yang dialami tidak terus-menerus berlarut tanpa solusi.
Related Articles