Fasilitas RSUD Dikeluhkan, Pasien Kanker dan Tumor di Pekalongan Terpaksa Berjuang Sendiri

Terkini 25 Mar 2026 00:00 2 min read 32 views By Andy Dayak

Share berita ini

Fasilitas RSUD Dikeluhkan, Pasien Kanker dan Tumor di Pekalongan Terpaksa Berjuang Sendiri
Pelayanan Dinilai Jauh dari Harapan, Pengamat Soroti Dugaan Dampak Korupsi terhadap Buruknya Fasilitas Kesehatan

PEKALONGAN | rakyatcerdas.my.id – Kondisi fasilitas kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan kembali menjadi sorotan. Pelayanan bagi pasien penderita kanker dan tumor dinilai masih jauh dari kata layak, sehingga memaksa warga, khususnya dari kalangan kurang mampu, mencari pengobatan ke luar daerah dengan biaya tinggi.

 

Sejumlah keluarga pasien mengaku kecewa dengan keterbatasan fasilitas di RSUD setempat. Penanganan penyakit berat seperti kanker dan tumor belum didukung sarana medis yang memadai, baik dari segi alat, tenaga medis spesialis, hingga layanan lanjutan.

 

Akibatnya, pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Kondisi ini tentu menjadi beban berat, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah.

 

“Kalau di daerah sendiri lengkap, kami tidak perlu jauh-jauh berobat. Biayanya besar, tenaga juga terkuras,” ungkap salah satu keluarga pasien.

 

Situasi ini memunculkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. RSUD yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan publik justru belum mampu menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya dalam penanganan penyakit serius.

 

Di sisi lain, publik mulai mengaitkan kondisi ini dengan persoalan tata kelola anggaran daerah. Apalagi, pasca mencuatnya kasus OTT yang menyeret Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah semakin menurun.

 

Pengamat korupsi asal Pekalongan, Sulasono Hadi, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, lemahnya fasilitas kesehatan bisa jadi merupakan dampak dari buruknya pengelolaan anggaran.

 

“Kalau anggaran dikelola dengan benar dan tidak disalahgunakan, seharusnya fasilitas kesehatan seperti RSUD bisa lebih layak dan lengkap,” ujarnya, Selasa (24/3).

 

Ia menilai, praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan layanan kesehatan.

 

“Yang jadi korban adalah rakyat kecil. Mereka yang sakit justru harus menanggung beban lebih karena fasilitas di daerahnya tidak memadai,” tambahnya.

 

Kondisi ini dinilai sebagai ironi di tengah besarnya anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk peningkatan layanan publik. Jika dikelola secara transparan dan tepat sasaran, fasilitas RSUD diyakini mampu memberikan pelayanan optimal tanpa harus membebani masyarakat dengan biaya tambahan.

 

Kini, masyarakat berharap adanya perbaikan nyata dari pemerintah daerah. Peningkatan fasilitas RSUD, penambahan tenaga medis, serta transparansi penggunaan anggaran menjadi tuntutan utama.

 

Jika tidak segera dibenahi, maka penderitaan pasien kanker dan tumor di Kabupaten Pekalongan akan terus berlanjut—dan RSUD hanya akan menjadi tempat singgah, bukan solusi bagi mereka yang berjuang melawan penyakit berat.

 

Buatkan gambar ilustrasinya

Rakyat Cerdas
Chat with us on WhatsApp